Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sandiaga Uno Pimpin Kemenparekraf, Pebisnis Jamu Ingin Warisan Tradisi Diangkat

Sandiaga dikenal kiprahnya di kalangan pengusaha dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  17:06 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno  -  Youtube : Sekretariat Presiden RI
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno - Youtube : Sekretariat Presiden RI

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menunjuk pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio.

Sandiaga dikenal kiprahnya di kalangan pengusaha dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Sosoknya juga dikenal sebagai penggerak anak-anak muda yang ingin berwirausaha.

Pengusaha jamu dan obat-obatan tradisional Charles Saerang berharap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mampu menggerakkan kekayaan tradisi sebagai aset utama bangsa.

"Jamu ini kan warisan budaya. Inginnya jamu bisa jadi brand nation. Kayak Jepang, mereka punya tradisi minum teh, kenapa tidak di Indonesia juga punya tradisi minum jamu," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (24/12/2020).

Dia melihat sosok Sandiaga Uno yang memiliki latar belakang sebagai pebisnis dan penggerak kewirausahaan,  akan mampu memimpin Kemenparekraf, terutama mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif.

Masa pandemi dan pascapandemi Covid-19, kata Charles perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif perlu ditingkatkan sebagai pemantik menumbuhkan perekonomian.

Selain harapan terhadap Menparekraf baru, mantan Ketua Dewan Pembina GP Jamu itu mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang memilih Menteri Kesehatan yang berlatar belakang bankir.

Menkes baru, katanya akan banyak dihadapkan pada tantangan mengelola program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Kalau bisa dipertimbangkan obat-obatan herbal masuk ke dalam program JKN, barangkali bisa mengurangi beban di JKN."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu obat tradisional sandiaga uno
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top