Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Laju Bisnis Angkutan Darat Tertekan, Pemerintah Bisa Apa?

20 November 2020 | 13:56 WIB
Bisnis angkutan darat yang tertekan selama pandemi Covid-19 membutuhkan kepekaan dari pemerintah untuk membuat kebijakan yang bisa menjadi solusi bagi pengusaha.

Bisnis.com, JAKARTA - Selama pandemi Covid-19 pemerintah telah memberikan relaksasi beberapa kali berupa libur panjang. Mulai dari libur panjang Hari Kemerdekaan hingga Libur Maulid Nabi Muhammad SAW. Keduanya terbukti berhasil meningkatkan dua hal, angka penularan Covid-19 juga okupansi angkutan umum terutama sektor udara dan kereta api.

Terlepas dari kontroversi libur panjang di masa pandemi Covid-19, berkah bagi angkutan transportasi tidak begitu terasa bagi angkutan penumpang di jalur darat. Bus, masih sepi penumpang, okupansinya tertahan di level 25 persen, belum lagi masih ada armada yang tak beroperasi.

Padahal, kapasitas angkutan oleh pemerintah sudah dibatasi hingga 70 persen, sementara faktanya, okupansi rata-rata terutama bus AKAP, hanya 25 persen dari kapasitas bus. Artinya, ketika beroperasi pun sulit mendapatkan balik modal.

Kondisi ini diperparah dengan maraknya angkutan umum ilegal berplat hitam, keberadaan kendaraan pribadi yang menjadi angkutan umum ini pun cukup meresahkan para pengusaha legal.

Ketua Bidang Angkutan Darat Organda Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan anggotanya para pengusaha bus mengalami kondisi yang kurang begitu menyenangkan. Ketika libur panjang biasa menjadi musim puncak, tetapi tidak dengan libur panjang sepanjang pandemi.

Dia pun mempertanyakan penegakan aturan terhadap carut-marutnya aktivitas angkutan darat, ketika operator-operator resmi dibatasi aktivitasnya sedangkan aktivitas transportasi ilegal masih merajalela.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top