Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bandara Hang Nadim, Batam. -  Dok. batam/airport.com
Premium

Maskapai Terkurung 'Awan Gelap', Bagaimana Nasib Akhir Tahun?

13 November 2020 | 15:27 WIB
Maskapai nasional masih belum menemukan tanda-tanda pemulihan bisnis dan berharap periode libur Nataru bisa sedikit mendongkrak kinerja tahunan.

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai nasional nampaknya masih sulit untuk terbebas dari awan gelap bernama 'dampak pandemi Covid-19'. Diprediksi sejumlah manuver untuk mengurangi turbulensi tetap harus dilakukan agar selalu mengudara.

Berdasarkan laporan kinerja operasi yang dirilis sejumlah maskapai beberapa waktu lalu, realisasi pada kuartal III/2020 masih belum ada tanda-tanda pemulihan. Perbandingannya dari tahun lalu, sebelum serangan Covid-19, masih jauh lebih rendah.

Namun, pelaku industri maskapai masih optimistis dengan adanya pergerakan penumpang yang lebih baik usai diterapkannya adaptasi kenormalan baru. Harapan terakhir hanya bisa disandarkan kepada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyebut tren pergerakan tersebut belum bisa dipastikan bakal berlanjut hingga penghujung 2020. Malah justru ada risiko sebaliknya, apabila kondisi penularan Covid-19 semakin tak terkendali.

“Trennya akhir tahun membaik berlanjut apa nggak itu melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah satgas yang mengatur KKP dan Kemenhub, dan masyarakat mengikuti aturan 3M itu juga tentu memberikan kontribusi. Protokol diterapkan dengan baik dan maskapai pada 2021 secara aktivitas setidaknya sudah tumbuh dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” ujar Ketua Umum Inaca Denon Prawiraatmadja, Jumat (13/11/2020).

Menilik dari statistik yang ada, nasib maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) belum banyak berubah dengan mengalami penurunan total pendapatan dari segmen operasi angkutan udara niaga berjadwal dan tidak berjadwal untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri hingga 65 persen pada kuartal III/2020 menjadi US$1,1 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai US$3,194 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top