Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja berjalan di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Premium

Resesi, Pengangguran dan Prospek Kelam bagi Angkatan Kerja Baru

05 November 2020 | 17:17 WIB
Pandemi Covid-19 telah menenggelamkan Indonesia ke jurang resesi. Di sisi lain, pandemi juga telah menekan pasar tenaga kerja RI. Risiko besar pun datang kepada para pencari kerja baru alias angkatan kerja baru.

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 yang kembali menunjukkan angka negatif, pada akhirnya membuat Indonesia masuk ke jurang resesi.

Fakta itu muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 minus 3,49 persen pada Kamis 5 Agustus 2020. 

Adapun beberapa hari sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyebutkan bahwa Indonesia telah masuk ke kondisi resesi. Kala itu Jokowi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 3 persen pada kuartal III/2020.

Sejumlah risiko pun bermunculan dari masuknya Indonesia ke kondisi resesi tersebut. Salah satunya tentu saja di sektor ketenagakerjaan.

Angkatan kerja baru dinilai akan semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena kualitas ekonomi yang menurun.  Lalu, apakah kondisi tersebut masih akan mengancam hingga 2021?.

Hal tersebut tercermin dari peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia. BPS mencatat jumlah pengangguran per Agustus melonjak menjadi 9,77 juta orang. Angka itu naik 2,67 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top