Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Peluit SWF Berbunyi, Investasi Asing Dijamin Mengantre?

09 Oktober 2020 | 13:52 WIB
Dengan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja, realisasi pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) pemerintah pun makin dekat. Benarkah akan efektif menarik investasi?

Bisnis.com, JAKARTA – Resmi disahkannya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja menjadi peluit bagi pemerintah untuk memulai persiapan pendirian Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

“Saat ini, kami sedang membuat Peraturan Pemerintah-nya. Tadi Pak Presiden minta agar PP ini diselesaikan paling cepat [dibandingkan PP untuk klaster-klaster lain],” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (7/10/2020).

Dasar utama pembentukan LPI termuat dalam bab mengenai investasi pemerintah pusat dan kemudahan Proyek Strategis Nasional (PSN), tepatnya Pasal 154 ayat (3) poin (b). Di dalamnya tercantum bahwa dalam rangka meningkatkan investasi dan penguatan perekonomian, pemerintah berhak membentuk lembaga dengan kewenangan khusus (sui generis).

Mekanisme pembentukan LPI selanjutnya dijabarkan dalam muatan 8 pasal yang masing-masing pasalnya terbagi lagi ke dalam 2-16 ayat.

Tujuan pembentukan lembaga ini tercantum dalam Pasal 165 ayat (2), yakni untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi nilai aset jangka panjang untuk mendukung pembangunan. Sementara itu, terkait struktur lembaga dan mekanisme keorganisasian, yang akan terdiri dari dewan direktur dan dewan pengawas, diatur dalam Pasal 166-169.

Adapun perihal hak dan kewajiban serta mekanisme pembinaan—yang kelak akan diperinci lagi lewat PP—terangkum dalam pasal 171 dan 172. Kemudian, Pasal 170 yang beberapa kali sempat disinggung Sri Mulyani dalam konferensi pers beberapa hari lalu, mengatur soal modal awal LPI.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top