Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Setelah puluhan tahun berlalu, Sinar Mas Group kembali berbisnis alkohol lemak yang ditandai peresmian pabrik oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) pada 2017 lalu. - Antara / Aswaddy Hamid
Premium

Historia Bisnis: Cerai Grup Salim-Sinar Mas di Pabrik Alkohol

30 September 2020 | 23:40 WIB
PT Aribhawana di Belawan, Sumtra Utara memiliki kemampuan memproduksi fatty alcohol 30.000 ton per tahun. Disebut terbesar di dunia saat itu.

Bisnis.com, JAKARTA- Sinar Mas Group melepaskan seluruh sahamnya di tiga perusahaan patungan dengan Grup Salim. 

Cerai bisnis ini terjadi dengan kesepakatan Group Salim menjadi penguasa tunggal bisnis yang dirintis bersama namun baru seumur jagung itu. 

Sinar Mas Group semula memiliki saham di tiga perusahaan patungan, PT PT Aribhawana Utama, PT Ethoxylates manufacturing Pte. Ltd. dan PT Prima Inti Perkasa. Masing-masing sebesar 45 persen, 51 persen, dan 50 persen. Kini seluruh saham dikuasai oleh Salim Group. 

Bisnis Indonesia edisi 30 September 1991 menurunkan kisah perceraian in Dalam laporan 'Liem-Eka Cerai di Tiga Perusahaan'.

"Transfer saham ini merupakan konsolidasi Salim Group atas posisinya di papan atas dalam percaturan industri kimia dasar," ujar sumber di kalangan industri swasta. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top