Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi data center - Flickr
Premium

Hasrat Jokowi di Investasi Data Center Terganjal Asal-Usul Energi

24 September 2020 | 19:34 WIB
Ambisi Indonesia untuk menarik investasi yang masif di sektor pangkalan data (data center) tampaknya harus terhambat. Selain adanya kendala di sisi regulasi, ganjalan lain juga muncul dari asal-usul energi yang diigunakan untuk menyuplai daya pangkalan data tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA – Pada awal Februari lalu, Presiden Joko Widodo menunjukkan hasrat yang sangat besar terhadap investasi perusahaan asing di sektor pangkalan data (data center) di Indonesia.

Kala itu, usai bertemu dengan CEO Microsoft Satya Nadella pada 27 Februari 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginan perusahaan digital tersebut untuk mengucurkan investasi fasilitas pangkalan data di Indonesia.

Keinginan Microsoft itu pun langsung direspons oleh sang kepala negara dengan menjanjikan kemudahan investasi bagi korporasi yang didirikan oleh Bill Gates itu.

Dia mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti keinginan investasi dari Microsoft dengan membuat regulasi sederhana. Regulasi tersebut akan diselesaikan dalam satu pekan.

Regulasi itu juga dibuat karena Rancangan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi masih digodok pemerintah bersama parlemen.

"Mereka ingin investasi di data center. Tetapi kita masih mengajukan UU Perlindungan Data Pribadi ke DPR. Tetapi Microsoft ingin segera investasi sehingga dalam seminggu ini akan kita putuskan untuk membuat sebuah regulasi sederhana yang mendukung," kata Presiden Jokowi kala itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top