Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Covid-19, Pemilik Pusat Belanja Keluhkan Penurunan Kunjungan

Para pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan mengalami masa-masa sulit akibat merosotnya jumlah pengunjung yang disebabkan pandemi virus corona jenis Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 11 September 2020  |  20:12 WIB
Warga melintasi pusat perbelanjaan Sarinah yang tutup di Jakarta pada Rabu (29/4/2020) ketika Pembatasan Sosial Berskalaa Besar (PSBB) diberlakukan penuh. - Bisnis.com
Warga melintasi pusat perbelanjaan Sarinah yang tutup di Jakarta pada Rabu (29/4/2020) ketika Pembatasan Sosial Berskalaa Besar (PSBB) diberlakukan penuh. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi virus corona jenis coronavirus disease (Covid)-19 berdampak besar pada bisnis pusat perbelanjaan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada banyaknya penyewa yang tidak bisa melanjutkan usaha dan penyewa baru memilih menunda usaha sambil menunggu perkembangan lebih lanjut ke depan.

"Hal ini menyebabkan occupancy rate sepanjang tahun ini rata-rata turun sekitar 10 persen dari 90 persen menjadi 80 persen," ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (11/9/2020).

Dia menuturkan untuk proyek-proyek yang progres pembangunannya baru tahap awal ataupun masih dalam tahap perencanaan mengalami penundaan.

"Kalau yang progresnya pembangunan sudah telanjur cukup jauh maka banyak yang melakukan perlambatan," tuturnya.

Pemerintah sudah memiliki banyak program stimulus ataupun relaksasi, tetapi realisasinya masih sangat lambat. Dia mengutarakan pemerintah harus bertindak cepat dan sigap agar perekonomian tidak terpuruk semakin dalam mengingat pandemi belum dapat dipastikan kapan berakhir.

Pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan juga berharap pemerintah dapat memberikan pinjaman sangat lunak yang disalurkan melalui perbankan dengan tingkat suku bunga pinjaman 0 persen. "Kami berharap juga masa tenggang (grace period) pengembalian pinjaman,” kata Alphonsus Widjaja.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk. Cesar Manikan Dela Cruz mengatakan pandemi Covid 19 berdampak pada rerata kunjungan harian di mal milik perusahaan tersebut mengalami penurunan signifikan. "Ini gara-gara pandemi," ucapnya.

Dia menjabarkan Neo Soho mengalami penurunan drastis dalam average daily traffic dari 25.000 pada semester I/2019 menjadi 16.000 pada semester II/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan bisnis properti Virus Corona
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top