Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gedung Putih di Washington DC, AS - Reuters/Jason Reed
Premium

Historia Bisnis: Amerika Serikat Ketakutan dengan 'Sanksi' Indonesia

11 September 2020 | 19:53 WIB
Kritik keras Kongres Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia terkait penanganan Timor Timur, memunculkan dugaan aksi balas dendam yang dilakukan Tanah Air kepada Paman Sam di sektor perdagangan. Hal itu menimbulkan ketakutan bagi para pelaku usaha AS.

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tampak lebih sering berada pada posisi khawatir akan kebijakan dagang Amerika Serikat (AS). Maklum AS merupakan salah satu mitra dagang utama Tanah Air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), AS menjadi negara tujuan ekspor utama RI nomor dua sepanjang Januari-Juli 2020. Sepanjang periode tersebut, nilai ekspor ke Paman Sam mencapai US$10,20 miliar. AS dalam hal ini hanya kalah dengan China sebagai negara tujuan utama ekspor RI.

Strategisnya posisi AS itu, membuat RI sering kali merasa was-was jika AS melakukan perubahan kebijakan dagang dengan Indonesia. Salah satunya terjadi ketika AS mengevaluasi pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada produk ekspor Indonesia pada 2018 lalu.

Selain itu, Indonesia juga sempat khawatir dengan aksi retaliasi dagang oleh AS sebesar US$350 juta pada Agustus 2018 lalu. Kala itu Indonesia dinilai tidak segera melakukan revisi terhadap ketentuan yang telah diputuskan dalam sidang WTO pada 2017 mengenai ketentuan importasi produk hortikultura dan produk hewan.

Terbaru, pada awal tahun ini, Indonesia juga sempat kalang kabut ketika AS mengeluarkan RI dari daftar negara berkembang. Pasalnya, hal itu akan mempengaruhi eligibilitas RI sebagai penerima GSP.

Namun demikian, 23 tahun silam, Indonesia rupanya pernah memiliki daya tawar yang lebih tinggi dari AS dalam hal perdagangan dan investasi. Hal itu terjadi pada 1997.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top