Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6 - 2020). Kebutuhan sepeda roda dua atau tiga mencapai 7 juta unit setiap tahun, sedangkan kemampuan produksi di dalam negeri baru mencapai 3 juta unit. ANTARA FOTO
Premium

Aturan Impor Produk Jadi, Antara Musibah dan Anugerah

04 September 2020 | 20:20 WIB
Seperti legenda Candi Prambanan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 68/2020 terbit secara tiba-tiba. Pasalnya, sebagian pemangku kepentingan dalam beleid tersebut tidak dilibatkan dalam pembentukan aturan tersebut dan terbit seolah dalam satu malam.

Bisnis.com, JAKARTA - Seperti legenda Candi Prambanan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 68/2020 terbit secara tiba-tiba. Pasalnya, sebagian pemangku kepentingan dalam beleid tersebut tidak dilibatkan dalam pembentukan aturan tersebut dan terbit seolah dalam satu malam.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 68/2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik, dan Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga, kegiatan importasi mulai 28 Agustus 2020 bakal dikenai kewajiban penyertaan persetujuan impor (PI). Permendag yang ditetapkan sejak 19 Agustus 2020 itu diterbitkan guna menekan importasi pada ketiga kelompok tersebut.

Secara singkat, semangat dalam aturan tersebut adalah mengurangi impor produk jadi di dalam negeri. Namun demikian, industriawan menilai itikad baik tersebut dapat menjadi senjata makan tuan.

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai beleid tersebut dapat merusak hubungan tata niaga antara pabrikan sepatu berorientasi ekspor di dalam negeri dengan peritel di China. Pasalnya, China merupakan mitra dagang utama industri sepatu baik dalam kegiatan ekspor maupun impor.

Selama ini, pabrikan lokal mengekspor sepatu olah raga berjenama dengan harga premium ke China, sedangkan pabrikan sepatu China mengekspor sepatu keperluan sehari-hari tanpa merek dengan harga yang rendah. Dengan kata lain, Permendag No. 68/2020 akan menghambat China mengekspor produknya ke Indonesia.

Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengkhawatirkan akan ada retaliasi dari pemerintah China yang dapat menghambat arus ekspor sepatu ke Negeri Tirai Bambu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top