Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi media sosial yang digunakan untuk pemasaran digital.  - Antara
Premium

Ada Peran Influencer di Pelanggaran Hak Konsumen Selama Pandemi

03 September 2020 | 18:42 WIB
Aduan konsumen terkait legalitas dan keaslian obat-obatan herbal Covid-19 terus terjadi selama pandemi. Bahkan, salah satu faktor penyebabnya adalah andil dari influencer yang turut mempromosikan obat-obatan tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA – Pelanggaran terhadap hak konsumen rupanya turut meningkat seiring dengan terus merebaknya pandemi Covid-19. Influencer disebut turut berperan atas pelanggaran hak konsumen, pada kasus penipuan obat-obatan herbal.  

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat banyak mendapatkan pengaduan terkait penjualan obat-obatan herbal terkait Covid-19.

Pengaduan soal penjualan obat ini dikelompokan bersama dengan masalah harga masker dan produk sanitasi tangan. Jumlahnya berada diurutan pertama yakni mencapai 33,3 persen, disusul terkait dengan transportasi berupa proses refund sebesar 25 persen, belanja online 16,67 persen, dan lainnya. 

"Masalah masker, hand sanitizer, dan obat-obatan herbal menjadi isu pengaduan paling tinggi," kata Tulus Kamis (3/9/2020).

Tulus mengatakan banyak pengaduan terjadi karena obat-obatan herbal tersebut diklaim dapat mengatasi virus corona. Padahal, menurutnya, dari obat-obatan herbal tersebut BPOM hanya mengeluarkan izin edar sebagai produk imunitas saja.

Pasalnya, lanjutnya, belum ada uji klinis terkait efektivitas obat tersebut. Selain itu, juga belum diketahui efek samping yang bakal berdampak saat masyarakat mengkonsumsi obat tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top