Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri kedua) didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (ketiga kiri) dan rombongan mengunjungi Unit DHDT Refinery Unit (RU) II Dumai di Dumai, Riau. Kilang ini mampu mengubah minyak sawit menjadi solar nabati 100 persen.
Premium

Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia Melesat, Bagaimana di Asia Tenggara?

01 September 2020 | 09:23 WIB
Indeks output masa depan Indonesia mencapai level tertinggi 15 bulan. Menunjukkan pemulihan kinerja industri setelah ditekan pandemi. Lalu bagaimana kinerja manufaktur di Asia Tenggara?

Bisnis.com, JAKARTA – Para manajer pengadaan di Indonesia meyakini ekonomi akan pulih dalam beberapa waktu mendatang. Keyakinan ini ditandai dengan melonjaknya Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit ke level ekspansi.

Pada Agustus 2020, sebanyak 400 manajer pembelian yang disurvei oleh IHS Markit menempatkan keyakinan untuk meningkatkan bisnisnya.

Dampaknya PMI Indonesia naik dari 46,9 pada bulan Juli menjadi 50,8 pada Agustus 2020.

“Perusahaan manufaktur Indonesia melaporkan peningkatan yang solid baik dalam produksi maupun pesanan baru pada bulan Agustus 2020,” ulas Bernard Aw, Kepala Ekonom IHS Markit dalam publikasinya, Selasa (1/9/2020).

Dalam survei ini, IHS Markit menetapkan 50 sebagai angka netral. Nilai di atas 50 berarti terjadi ekspansi, sedangkan di bawah 50 terjadi perlambatan.

Capaian PMI pada Agustus ini sekaligus perbaikan pertama kali dalam kondisi bisnis di Tanah Air sejak pandemi mulai menekan bisnis pada Februari 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top