Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Hasil Perikanan Naik Saat Pandemi Covid-19

Dijelaskannya, total volume ekspor dalam kurun waktu enam bulan tersebut sebanyak 596.000 ton, sedangkan periode serupa tahun lalu sebesar 528.000 ton.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  15:25 WIB
Ilustrasi perikanan
Ilustrasi perikanan

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspor hasil perikanan mencatatkan kenaikan di tengah pandemi virus corona.

Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor hasil perikanan di semester I 2020 mencapai US$2,4 miliar atau naik 6,9 persen dibanding periode serupa tahun lalu senilai US$2,25 miliar.

Dijelaskannya, total volume ekspor dalam kurun waktu enam bulan tersebut sebanyak 596.000 ton, sedangkan periode serupa tahun lalu sebesar 528.000 ton.

"Kita optimistis dan yakin, di tengah pandemi ini ekspor produk perikanan akan terus meningkat," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers, Selasa (4/8/2020).

Adapun komoditas paling diminati adalah udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting, dan rumput laut. Sedangkan pasar paling tinggi nilai penyerapan produk utama perikanan Indonesia adalah USA, Tiongkok, Jepang, Asean dan Uni Eropa.

Dengan naiknya nilai dan volume ekspor hasil perikanan di semester I tahun 2020, neraca hasil perikanan pun mengalami surplus US$2,2 miliar atau naik 8,3 persen. Di masa bersamaan, nilai impor justru turun 5,9 persen atau setara US$0,2 miliar.

Edhy menjelaskan, kunci sukses hasil perikanan diminati pasar dunia adalah mutunya yang terjaga sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar dan berdaya saing. Oleh karena itu dia mendorong pelaku usaha perikanan Indonesia untuk mengedepankan mutu produk yang dihasilkan.

Sementara itu, KKP katanya akan memberikan kemudahan logistik guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri.

Langkah penting lainnya, sambung Edhy, yakni membangun sistem bisnis perikanan yang terintegrasi. "Membangun industri pengolahan yang mandiri dan berdaya saing untuk kemajuan ekonomi diperlukan pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu sampai hilir," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan kkp
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top