Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melalui Ekonomi Digital, Mitra Gojek Optimis Usahanya Kembali Pulih

Peneliti Lembaga Demografi FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan bahwa riset tersebut menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk bertahan di masa pandemi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  18:34 WIB
Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir (kanan) dan Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo menyambut kedatangan impor masker untuk disediakan kepada para mitra driver dan tenaga medis Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta (1/4/2020). - Dok. Istimewa/Gojek
Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir (kanan) dan Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo menyambut kedatangan impor masker untuk disediakan kepada para mitra driver dan tenaga medis Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta (1/4/2020). - Dok. Istimewa/Gojek

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan bahwa 90 persen mitra Gojek tetap optimistis usahanya bakal kembali pulih. Oleh karena itu, mayoritas dari mereka berencana tetap bermitra dengan Gojek dalam jangka panjang.

Peneliti Lembaga Demografi FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan bahwa riset tersebut menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk bertahan di masa pandemi.

“Kondisi pandemi ini menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu adaptasi itu adalah mengubah usaha tradisional menjadi usaha digital. Tampak juga bahwa para pelaku usaha cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi, namun mereka juga tetap optimis bahwa dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh kedepannya, dan penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa, (4/8).

Berdasarkan riset tersebut juga menemukan 40 persen Mitra GoFood yang disurvei baru bergabung saat pandemi COVID-19, yaitu sejak Maret 2020. Di antara mitra tersebut, 94 persen adalah pengusaha skala mikro. Lebih lanjut lagi, 43 persen di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis.

"Riset ini juga menunjukkan bahwa sektor swasta turut terkena dampak dari pandemi. Proporsi mitra GoFood baru yang berasal dari pegawai swasta adalah sebesar 24 persen, sedangkan sebelum pandemi proporsi mitra dari pegawai swasta hanya 18 persen,” ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa mitra yang tidak punya pengalaman usaha sebelumnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 43% dibandingkan pendaftar sebelum pandemi. Maka, tampak bahwa usaha kuliner menjadi sumber penghasilan alternatif bagi orang-orang yang kehilangan, atau mengalami penurunan penghasilan selama pandemi.

“Keberadaan ekosistem ekonomi digital seperti Gojek mempermudah akses bagi pengusaha pemula," jelas Alfindra.

Lebih lanjut, imbuhnya, ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek mendukung kemudahan migrasi UMKM dari luring ke daring.

Doa pun menjelaskan bahwa Dia menjelaskan bahwa pada 2019, kontribusi langsung mitra umkm dan pengemudi terhadap ekonomi Tanah Air --dihitung dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung di ekosistem Gojek mencapai Rp 87,1 triliun.

Adapun dia menjabarkan bahwa lima layanan mitra umkm tersebut, ialah mitra GoFood yang menyumbang Rp 34,1 triliun; mitra pengemudi GoCar sebesar Rp 7,7 triliun; pengemudi GoRide sebanyak Rp 11,1 triliun; mitra UMKM GoPay menyumbang Rp 9,9 triliun; dan mitra UMKM Social Seller GoSend menyumbang Rp 24,3 triliun

Dia mengatakan bahwa kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek pada ekonomi Indonesia di 2019, mencapai Rp17,5 Triliun sehingga, bila ditotal dengan kontribusi langsung, ekosistem Gojek menyumbang Rp104,6 triliun. Menurutnya, jika dihitung menggunakan metode pendapatan domestik bruto (PDB), ekosistem digital Gojek memiliki nilai produksi setara dengan 1 persen PDB nasional.

VP of Corporate Communications Gojek, Audrey P. Petriny pun menjelaskan bahwa selama masa pandemi, pemesanan di GoFood cenderung stabil.

“Secara tren, kami juga melihat pelanggan cenderung memesan GoFood dalam jumlah besar atau paket grup atau keluarga. Menuju fase tatanan baru ini, transaksi di merchant GoFood semakin meningkat hingga 20 persen dibandingkan dengan awal pandemi” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk membantu UMKM bertahan dan terus tumbuh, pihaknya melakukan beberapa langkah, seperti memudahkan UMKM tradisional untuk beradaptasi menjadi usaha digital bersama ekosistem Gojek. “[Kami memiliki] opsi lengkap pembayaran nontunai yang mudah dari hulu ke hilir dengan GoPay dan Midtrans Payment Link,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top