Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPTJ: Bantuan Bus Bukan Jaminan Antrean KRL Hilang

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menekankan meski telah disediakan angkutan alternatif berupa bus, bukan berarti antrean calon pengguna KRL di stasiun akan hilang sama sekali
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  18:28 WIB
Bus bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dari Kementerian Perhubungan, mengantri di Jalan Mayor Oking, di samping Stasiun Bogor, Senin (13/7/2020) pagi, siap membawa penumpang KRL ke Stasiun di Jakarta. - Antara
Bus bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dari Kementerian Perhubungan, mengantri di Jalan Mayor Oking, di samping Stasiun Bogor, Senin (13/7/2020) pagi, siap membawa penumpang KRL ke Stasiun di Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengingatkan bantuan bus alternatif hingga 125 unit pada Senin (20/7/2020) di sejumlah stasiun kereta rel listrik (KRL) tak serta merta menghilangkan antrean. Protokol kesehatan pun tetap harus dijaga.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menekankan meski telah disediakan angkutan alternatif berupa bus, bukan berarti antrean calon pengguna KRL di stasiun akan hilang sama sekali.

Bahkan, terangnya, potensi antrian di stasiun masih tetap ada.

“Adanya ketentuan penegakan protokol kesehatan seperti dilakukannya pengukuran suhu tubuh dan adanya keharusan menjaga jarak baik sebelum maupun selama berada di dalam stasiun, secara otomatis akan mengakibatkan terjadinya antrian,” ungkapnya, Sabtu (18/7/2020).

Menurut Polana segala ketentuan yang telah ditetapkan dalam bertransportasi hendaknya dapat dipahami, mengingat saat ini tengah terjadi pandemi virus corona.

Dengan demikian, penegakan protokol kesehatan tetap harus dilalui dengan memenuhi prosedur-prosedur yang telah ditetapkan untuk dapat menggunakan KRL.

Dia menilai saat ini penggunaan KRL tengah berada pada kondisi yang berbeda dan dibutuhkan pemahaman masyarakat jika memang harus terjadi antrean.

“Yang kita usahakan bersama saat ini adalah bagaimana proses antrean dapat berjalan dengan secepatnya,” ujarnya.

Penyediaan bus sebagai angkutan alternatif bagi pengguna KRL ini, menurutnya merupakan langkah pemerintah supaya ketika terjadi penumpukan dapat segera teratasi dan stasiun tidak menjadi tempat umum media penularan Covid-19.

Di sisi lain, Polana juga mengharapkan pemahaman dan kerjasama dari masyarakat jika terdapat kemacetan akibat dampak dari penyediaan bus pada stasiun-stasiun yang telah ditentukan. Kemacetan tak dapat dihindari terutama di ruas-ruas jalan yang sempit di dekat stasiun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top