Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Deretan gelas berisi wine. - Bloomberg/Patrick T. Fallon
Premium

Menakar Urgensi RUU Minuman Beralkohol di Prolegnas Prioritas 2020

17 Juni 2020 | 12:19 WIB
Setelah pembahasannya stagnan selama beberapa tahun terakhir, Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol) tiba-tiba ramai dibicarakan setelah masuk ke Program Legislasi Nasional prioritas 2020 di Senayan. Ada apa?

Bisnis.com, JAKARTA — “Berdasarkan survei CIPS [Center for Indonesia Policy Studies], dalam kurun 10 tahun terakhir ada 840 korban meninggal karena miras [minuman keras], selain itu sebagai Parpol Islam kami ingin menyuarakan aspirasi umat yang mengharamkan miras.”

Kalimat itu diutarakan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI sekaligus Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi, saat dikonfirmasi Bisnis lewat pesan singkat, Selasa (16/6/2020).

Baidowi sedang menjelaskan dalil yang jadi dasar kenapa partainya mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol) untuk masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020-2024. Adapun survei CIPS yang dikutipnya dirilis pada 30 Januari 2019.

Bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PPP memang jadi partai yang paling getol mengampanyekan pengesahan RUU tersebut. Mereka kukuh berargumen bahwa jalan paling tepat untuk mengurangi angka kematian akibat minol adalah dengan membatasi peredarannya.

Namun, kemunculan RUU tersebut dalam daftar 50 Prolegnas prioritas pada tahun ini belakangan menuai kecaman dari warganet di media sosial. Beragam sindiran beterbangan ke arah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena anggapan bahwa RUU tersebut ‘kurang kerjaan’ dan ‘egois’ lantaran cuma mengakomodir satu agama tertentu.

Saat disodori kritik-kritik itu, Baidowi segera meluruskan. Dia mengklaim isi RUU Minol sama sekali tak memuat larangan konsumsi miras untuk hal yang memang penting, termasuk ritual agama dan budaya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top