Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Facebook dan Paypal di Gojek, Rhenald Kasali: Positif untuk UMKM Indonesia

Rhenald melihat Gojek berpeluang untuk memberikan banyak promo menarik bagi UMKM maupun konsumen yang sangat diharapkan untuk menggulirkan kembali roda ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  12:04 WIB
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam

Bisnis.com, JAKARTA- Masuknya Facebook dan Paypal sebagai investor baru di PT Aplikasi Anak Bangsa atau Gojek melalui penggalangan dana putaran terbaru dianggap sebagai angin segar untuk iklim investasi dan ekonomi Indonesia.

Investasi kedua perusahaan teknologi paling inovatif di dunia ini dinilai menjadi bukti kepercayaan investor asing tidak hanya pada masa depan Gojek sendiri di Indonesia, dan Asia Tenggara, namun juga bagi perkembangan ekonomi Indonesia secara umum.

Pendiri Rumah Perubahan yang kini juga mengembangkan Mahir Academy, Rhenald Kasali mengatakan masuknya Facebook dan Paypal sebagai investor di Gojek merupakan suatu hal yang menarik dan diyakini akan memberikan warna tersendiri dan berdampak positif bagi iklim investasi dan ekosistem bisnis di Indonesia.

“Biasanya [pergerakan investor] itu dari regional ke regional, jadi misalnya sesama Asia. Tapi ini dari Barat ke Indonesia, sehingga membuktikan prospek ekonomi Indonesia ini masih positif meski terjadi penurunan. Selain itu, ini membuktikan jika dana-dana yang dipompa oleh venture capital itu masih ada dan cukup memadai untuk membiayai startup di Indonesia,” tuturnya, Senin (8/6/2020).

Dia berharap investasi kedua perusahaan teknologi besar itu akan mampu menggerakkan investor-investor dalam negeri yang selama ini menanamkan uangnya di luar negeri untuk mengalihkan investasinya ke sektor-sektor yang selama ini disebut bisnis masa depan tersebut.

“Usaha yang digeluti saat ini itu akan mengalami declining. Sementara sektor ini justru menjanjikan dampak jangka panjang,” tukasnya.

Peluang Besar

Rhenald juga menyoroti peluang besar yang diciptakan dari masuknya kedua investor baru Gojek tersebut terhadap perkembangan UMKM dan industri pembayaran digital Indonesia.

Hal ini dilihat dia karena pengguna Facebook maupun Whatsapp yang cukup besar di Indonesia, sehingga dengan sendirinya akan menciptakan akses yang besar bagi UMKM untuk memanfaatkan teknologi mereka untuk memasarkan produknya.

Didukung sistem pembayaran digital yang memadai, dia meyakini hal itu akan melahirkan suatu kekuatan besar.

“Dari yang saya baca, keinginan dari Whatsapp dan Facebook adalah menjadikan Gojek sebagai vehicle di Asia Tenggara. Hal ini mengingat Gojek sudah berhasil masuk di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Malaysia. Ke depan, sinergi ini akan semakin menggiring UMKM untuk lebih kencang memasarkan produknya dan tentunya untuk menggarap peluang lain di luar makanan dan minuman,” paparnya.

Selain itu, dukungan dana yang cukup besar ini, Rhenald juga melihat Gojek akan berpeluang untuk memberikan banyak promo menarik bagi UMKM maupun konsumen yang tentunya sangat diharapkan untuk menggulirkan kembali roda ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pengamat ekonomi dari Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa kedua investor kakap itu tentunya melihat peluang yang semakin menarik di industri berbasis digital di Indonesia. 

Namun, dia mengingatkan jika investasi ini sejatinya dibutuhkan untuk menjaga cash flow sekaligus mendanai ekspansi pengembangan bisnis baru perusahaan, terutama terkait dengan pengembangan ekosistemnya.

“Menurut data Kemenkop UKM, UMKM yang memanfaatkan platform digital itu baru 13 persen. Ini artinya ekspansi bisnis Gojek diharapkan bisa mendorong lebih banyak UMKM yang terhubung ke platform digital. Makin melek digital, makin besar peluang UMKM untuk berkompetisi di era post-Covid,” pungkasnya.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook Gojek rhenald kasali
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top