Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi pembangunan kawasan pemukiman - Antara / Audy Alwi.
Premium

Tapera untuk Siapa?  

08 Juni 2020 | 13:09 WIB
Tapera ditujukan agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lebih mudah mendapatkan rumah. Bagaimana dengan mereka yang berpenghasilan di bawah atau di atas MBR? Mengapa harus ikut program tabungan wajib ini?

Bisnis.com, JAKARTA – Lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) No.25/2020 tentang Penyelenggaran Tabungan Perumahan Rakyat kembali memantik diskusi luas. Terutama untuk siapa program tabungan wajib itu ditujukan.  

Program Tapera sendiri dijalankan sebagau amanat Undang-undang No.1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta UU No.4/2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto menyebutkan dengan dasar hukum ini, maka pembentukan tabungan perumahan rakyat (Tapera) bukan program hadir tiba-tiba.

“UU No. 1/2011 mengamanatkan dibentuk Tapera. Merujuk ke UU itu sudah 9 tahun menunggu saat seperti ini [lahirnya PP]. Sedangkan diterjemahkan dalam UU No.4/2016 mengenai Tapera, artinya 4 tahun lalu. Tahun ini terbit PP-nya,” ulas Eko di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, dana tabungan wajib ini akan menjadi solusi atas kesenjangan pembiayaan perumahan. Selama ini, perbankan menggunakan dana mahal yakni deposito dan tabungan dalam jangka pendek 1 sampai 3 bulan sebagai keyakinan mengucurkan kredit pemilikan rumah (KPR)yang relatif panjang.

Sejumlah perbankan saat ini memberikan program KPR dengan tenor kredit 15 sampai 20 tahun. Akibatnya, untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan, bank menawarkan suku bunga tinggi kepada penabung agar tidak menarik uangnya, yang akhirnya mendongkrak suku bunga yang harus ditanggung pembeli rumah dengan kredit.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top