Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Morgan Stanley Prediksi Ekonomi Asia Pulih di Kuartal III, Bagaimana dengan Indonesia?

Morgan Stanley memprediksi China menjadi yang pertama kembali ke tingkat produk domestik bruto (PDB) sebelum Covid-19 pada kuartal III/2020. Selanjutnya, tiga negara Asia non Jepang lainnya, Filipina, Indonesia, dan India akan menyusul China.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  14:04 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com,JAKARTA — Morgan Stanley memprediksi China pulih lebih awal ke tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebelum adanya Covid-19 dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia non Jepang seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Dalam risetnya, Tim Morgan Stanley menyebut negara di kawasan Asia non Jepang berada di jalur pelonggaran pembatasan untuk penanganan Covid-19 dengan kecepatan yang berbeda-beda. Di Asia Utara seperti China dan Korea Selatan, masih ada beberapa kasus atau klaster namun dalam jumlah kecil.

Adapun, India, Indonesia, dan Singapura disebut masih agak terlambat dalam hal pembukaan kembali ekonomi.

Morgan Stanley mencatat dari sisi indikator mobilitas menunjukkan ada lebih banyak kegiatan keluar untuk negara-negara yang telah beralih ke aturan pembatasan sosial yang lebih lunak seperti di China, Hong Kong, dan Taiwan. Sementara itu, Thailand dan Malaysia juga telah mengendorkan aturan lockdown. 

Secara khusus, Morgan Stanley menyebut aktivitas pengiriman semen, penjualan truk besar, dan penjualan ponsel di China telah pulih ketingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan awal tahun ini. Untuk Korea Selatan, beberapa indikator permintaan domestik telah kembali memantul dari posisi terendah sebelumnya meski ekspor masih melemah.

Morgan Stanley memprediksi China menjadi yang pertama kembali ke tingkat produk domestik bruto (PDB) sebelum Covid-19 pada kuartal III/2020. Selanjutnya, tiga negara Asia non Jepang lainnya, Filipina, Indonesia, dan India akan menyusul China.

“[Filipina, Indonesia, dan India] Mengingat orientasi permintaan domestik dan cerita struktural yang lebih kuat. Risiko untuk mereka adalah jika data harian Covid-19 tidak memuncak pada kuartal II/2020 sesuai dengan prediksi kami,” tulis Morgan Stanley melalui riset yang dikutip, Kamis (28/5/2020).

Pemulihan ketiga negara itu selanjutnya akan disusul oleh Korea dan Taiwan. Keduanya berorientasi ekspor sehingga akan terpengaruh oleh resesi global yang melanda pada kuartal II/2020.

“Kendati demikian respons institusi setempat untuk mencegah Covid-19 efektif dan sejumlah indikator permintaan domestik sudah mulai membaik,” jelas Morgan Stanley.

Sementara itu, Morgan Stanley memprediksi Thailand, Malaysia, Hong Kong, dan Singapura akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pemulihan. Empat negara itu diperkirakan akan kembali ke tingkat PDB sebelum Covid-19 pada kuartal I/2021.

“Mereka adalah beberapa yang paling berorientasi ekspor di Asia non Jepang. Beberapa juga telah menerapkan lockdown ke arah ke double hit pada ekspor dan permintaan domestik,” tulis Morgan Stanley.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top