Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gaji Tenaga Medis Ditambah, Honor Dokter Sampai Rp15 Juta per Bulan

Di tengah penanganan wabah Covid-19, pemerintah mengalokasikan insentif tambahan bagi tenaga medis. Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan untuk setiap dokter akan mendapatkan honor sampai dengan Rp15 juta per bulan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  17:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kondisi terkini perekonomian Indonesia dalam sebuah teleconference, Jumat (17/4) - Kementerian Keuangan (Screenshoot)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kondisi terkini perekonomian Indonesia dalam sebuah teleconference, Jumat (17/4) - Kementerian Keuangan (Screenshoot)

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah penanganan wabah Covid-19, pemerintah mengalokasikan insentif tambahan bagi tenaga medis. Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan untuk setiap dokter akan mendapatkan honor sampai dengan Rp15 juta per bulan.

“Biaya operasai kesehatan tambahan juga ditambahkan untuk setiap dokter Rp15 juta per bulan, dokter umum Rp10 juta dan dokter kesehatan lain Rp5 juta. Ini dananya lewat pusat ke BOK tambahan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (8/5/2020).

Berdasarkan data pantauan pemerintah, lanjut Sri Mulyani, ada sekitar 259.000 tenaga medis yang layak menerima insentif dengan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp5,2 triliun.

“Kita harap tenaga kesehatan dapat insentif tersebut, yang sebetulnya sudah dilakukan sejak Februari,” katanya.

Selain memberikan insentif tambahan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk penanganan Covid-19, termasuk untuk upgrade kapasitas sejumlah rumah sakit, seperti RS Suryanti Suroso, rumah sakit darurat Wisma Atlet.

“Ini semua di-upgrade pakai anggaran Covid-19, termasuk untuk RSUP, RS Polri dan laboratorium yang sudah ditetapkan Kemenkes sebagai pemeriksaaan Covid juga pakai anggaran.”

Dia mengatakan realokasi dan refocussing anggaran diberlakukan pada anggaran pemerintah daerah serta Kementerian dan Lembaga.

“Pemotongan ini agar daerah fokus ke Covid, terutama untuk masker dan insentif, itu semua diatur dalam biaya operasi kesehatan. Kami melakukan pemantauan belanja K/L dengan sangat ketat, belanja yang tidak berkaitan dengan Covid ditunda dan dikunci, belanja honor, belanja barang yang dilakukan K/L dan diserahkan ke Pemda, ditahan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top