Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam acara pertemuan bisnis bersama Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (7/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Bu Sri Mulyani Jangan Hamburkan Anggaran  

17 April 2020 | 17:45 WIB
Beragam stimulus tambahan yang diluncurkan pemerintah dinilai tidak tepat sasaran karena tidak berfokus pada masalah utama penanganan wabah dan jaring pengaman sosial.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Sri Mulyani diingatkan menetapkan skala prioritas belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah wabah virus corona atau Covid-19. Penetapan skala prioritas diperlukan  karena penyelesaian penanganan wabah memiliki rentang waktu yang belum dapat dipastikan.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menyebutkan realitas fiskal pemerintah dalam posisi terjepit. Penerimaan pajak terus tergerus. Saat yang sama pemasukan berkurang karena melemahnya aktivitas ekonomi.

“Cara paling baik dari Kemenkeu adalah menjaga ketahanan fiskal dengan menjaga defisit fiskal setinggi [seketat] mungkin,” kata Tauhid, Kamis (16/4/2020).

Tauhid mencontohkan tambahan anggaran senilai Rp405,1 triliun yang dibiayai dari utang dinilai tidak tepat sasaran. Persoalan utamanya, proporsi belanja prioritas masih timpang. Menurutnya, mayoritas tambahan anggaran tersebut harus diarahkan untuk jaring pengaman sosial.

Beragam stimulus yang dikucurkan pemerintah di luar persoalan utama penanganan medis terlihat dari pidato yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Setelah penetapan virus corona sebagai bencana nasional, pemerintah secara simultan juga mengumumkan berbagai insentif dan bantuan untuk sejumlah sektor terdampak. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top