Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
Premium

Pelatihan ala Kartu Prakerja, Mujarab atau Malah Sia- Sia?

17 April 2020 | 19:55 WIB
Program Kartu Prakerja telah diluncurkan pada pekan lalu. Sebenarnya, siapa saja yang dapat mendaftar dan apa saja pelatihan yang ditawarkan?

Bisnis.com, JAKARTA — Meski terus menuai kritikan, antusiasme masyarakat untuk mengakses Program Kartu Prakerja tak main-main.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mencatat per Kamis (16/4/2020), jumlah peserta yang melakukan registrasi Kartu Prakerja tercatat sebanyak 5.923.350. Kemudian, yang sudah melakukan verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 3.269.445 orang dan yang telah bergabung di gelombang pendaftaran pertama sebanyak 2.061.500 orang.

"Kebanyakan pendaftar anak muda, maka konsepnya continue learning. Jadi, walaupun ada tantangan, tetap belajar, menambah satu skill lagi dan sekaligus sebagai jaring pengaman sosial," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi video, Kamis (16/4).

Saat ini, tersedia 2.055 pelatihan daring yang tersedia dari 198 lembaga pelatihan, yang bekerja sama dengan 8 platform digital. Adapun kedelapan platform mitra adalah Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top