Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inklusi Pajak Jadi Agenda Utama Pemerintah

Kesadaran generasi muda untuk membayar pajak perlu diterapkan sejak usia dini. Direktorat Jenderal Pajak pun telah menyiapkan framework untuk 25 tahun ke depan guna meningkatkan kesadaran pajak.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 25 November 2019  |  13:19 WIB
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kesadaran generasi muda untuk membayar pajak perlu diterapkan sejak usia dini. Direktorat Jenderal Pajak pun telah menyiapkan framework untuk 25 tahun ke depan guna meningkatkan kesadaran pajak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo saat ditemui di acara Pajak Bertutur di Kantor Ditjen Pajak di Jakarta pada Senin (25/11/2019).

Suryo mengatakan, pihaknya menyadari pentingnya menerapkan kesadaran pajak sejak tingkat awal sekolah. Oleh karena itu, inklusi kesadaran pajak menjadi salah satu agenda utama Ditjjen Pajak dengan mengajak seluruh elemen dari dunia pendidikan.

Ia mengatakan, program semacam ini tidak bisa hanya dilakukan dalam jangka menengah. Ia mengaku telah menyiapkan kerangka kerja kesadaran pajak melalui program Pajak Bertutur selama 25 tahun ke depan.

Program jangka pendek, dengan durasi 5 tahun, akan menyasar inklusi pajak pada tingkat pendidikan tinggi seperti mahasiswa. Kelompok ini dipilih dalam jangka pendek karena merekalah yang akan menjadi tenaga kerja dan membayar pajak.

"Jadi kesadaran pajak akan disisipkan dalam mata kuliah wajib umum yang harus diambil oleh mahasiswa," ujarnya.

Selanjutnya, program inklusi pajak dalam 10 tahun ditujukan untuk peserta didik level SMA/SMK. Kemudian, untuk jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun ditujukan untuk peserta didik level SMP dan 15 hingga 20 tahun ditujukan untuk peserta didik level Sekolah Dasar (SD).

"Kekuatan kami hanya 43.000 petugas pajak dan pasti butuh bantuan untuk menjangkau 240 juta masyarakat, terutama inklusi pajak kepada calon pembayar pajak di masa depan. Kerja sama dengan lembaga lain, seperti lembaga pendidikan, sangat kita harapkan terus berlangsung,” imbuhnya.

Pajak Bertutur merupakan bagian dari Gerakan Sadar Pajak yang telah berjalan sejak 2017 dengan tujuan untuk menumbuhkan literasi pajak melalui edukasi kepada para peserta didik di seluruh jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top