Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Siluet gedung perkantoran dan apartemen saat matahari terbenam, di Jakarta, Rabu (29/3). - REUTERS/Darren Whiteside
Premium

Mempercantik Properti Jakarta demi Menarik Investasi

22 November 2019 | 16:38 WIB
Berbagai faktor membuat posisi Jakarta tertekan dalam hal investasi properti, termasuk perizinan, kondisi ekonomi, dan perpindahan ibu kota.

Bisnis.com, JAKARTA – Meski menjadi salah satu kota terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk mencapai 10,46 juta jiwa, tapi posisi Jakarta di sektor properti global masih kalah dari kota-kota lain.

Di Asia Tenggara, posisi Jakarta seakan berada di bayang-bayang Singapura, Kuala Lumpur, atau bahkan Bangkok. Di regional Asia keseluruhan, pesaingnya terus bertambah, mencakup Tokyo, Shanghai, dan kota-kota di India.

Laporan PWC dan Urban Land Institute bertajuk Emerging Trends in Real Estate Asia Pacific 2020 makin menegaskan hal ini. Dalam laporan itu, peringkat prospek investasi properti Jakarta berada di urutan ke-18, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya.

Adapun peringkat pertama hingga lima diduduki oleh Singapura, Tokyo, Ho Chi Minh City, Sydney, dan Melbourne.

Penurunan peringkat untuk Jakarta sebenarnya telah terjadi sejak 6 tahun belakangan. Pada 2013, hasil survei menunjukkan bahwa Jakarta sempat menempati peringkat pertama untuk prospek investasi sektor properti di kawasan Asia Pasifik.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top