Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) berbincang dengan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani (kedua kiri) sebelum upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Premium

Layakkah Ahok Jadi Penggawa BUMN Energi?

22 November 2019 | 16:09 WIB
Kabar masuknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke BUMN energi mendatangkan berbagai reaksi. Apakah pengalamannya di bisnis energi dan pemerintahan sudah mencukupi?

Bisnis.com, JAKARTA – Benak publik masih ingat betul betapa kerasnya sosok Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Salah satu kebijakanya yang menyita perhatian adalah ketika menyulap kawasan kumuh Kalijodo, Jakarta Barat menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada 2016.

Tak hanya itu, pemandangan pria yang akrab disapa Ahok itu memarahi bawahannya dalam rapat-rapat di Balai Kota Jakarta menjadi hal yang biasa. Dia juga kerap adu mulut dengan anggota DPRD DKI Jakarta kala itu.

Ungkapan "mulutmu harimaumu" rasanya cocok disematkan ke mantan Bupati Belitung Timur itu. Ahok pun tersandung kasus penistaan agama lantaran menyitir ayat suci Alquran, surat al-Maidah ayat 51, di hadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Atas pernyataannya itu, dia dijebloskan ke penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok selama 2 tahun penjara pada 2017.

Dua tahun berlalu, pada Januari 2019, Ahok bebas dari jeruji besi. Dia menghirup udara segar dan mengubah nama panggilannya menjadi BTP. Banyak yang berspekulasi dia bakal kembali berkarir sebagai politikus.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top