Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Agenda Kepala BKPM Kunjungi China, Korsel dan Jerman

Kepala  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan melakukan kunjungan kerja ke China, Korea Selatan, dan Jerman untuk meyakinkan calon investor.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 19 November 2019  |  21:08 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan melakukan kunjungan kerja ke China, Korea Selatan, dan Jerman untuk meyakinkan calon investor.

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo mengatakan, Bahlil akan berjumpa dengan pengusaha setempat secara one-on-one di Beijing, China  pada tanggal 20-22 November 2019.

Setelah itu,  Kepala BKPM akan bertemu sejumlah investor di Seoul, yang direncanakan akan meneken nota kesepahaman dengan Hyundai Motor Company (HMC) di kompleks pabrik Hyundai yang berlokasi di Ulsan, Korea Selatan.

Adapun hari selanjutnya tim Kepala BKPM akan bertolak ke Munich, Jerman. Di Jerman, Kepala BKPM bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan one-on-one meeting dengan perusahaan asal Jerman BASF dan VW Wolfsburg.

Rizal mengatakan, posisi Indonesia sebagai tujuan investasi sangat strategis ke depan. Investasi menjadi modal penting bagi pemerintah di tengah ancaman gejolak dan instabilitas yang sedang terjadi di beberapa negara tujuan investasi utama.

"Ini adalah peluang. Saatnya Indonesia meningkatkan daya saingnya untuk menarik dana-dana investasi dari negara-negara tersebut. Kita rayu masuk ke Indonesia,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Selain itu, Indonesia juga memiliki pasar yang besar serta ketersediaan bahan baku untuk industri.

“Kita yakin sekali. Apalagi Kepala BKPM dan Pemerintah sedang bekerja keras melakukan penyederhanaan prosedur, regulasi, perizinan, dan perpajakan agar investor menjadikan Indonesia sebagai surga investasi dunia,” pungkas Rizal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top