Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
14 Okt/Bisnisgrafik/Minyak Goreng - Petricia Cahya Pratiwi
Premium

'Menghalau' Minyak Goreng Curah

15 Oktober 2019 | 11:29 WIB
Implementasi kebijakan minyak goreng kemasan sederhana masih disambut rasa pesimis dari sejumlah pihak, termasuk dari kalangan pedagang.

Bisnis.com, JAKARTA -- Rudi (32), pedagang gorengan di sekitar Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, sibuk memasukan tahu yang sudah dilumuri adonan tepung ke dalam wajan penuh minyak panas.  Dia biasa membeli minyak dari pasar tradisional di dekat rumahnya di wilayah Pesing, Jakarta Barat. Dalam sehari, setidaknya Rudi menghabiskan 1,5-2 liter minyak goreng curah yang dijual seharga Rp10.000/liter.

“Lebih untung pakai minyak curah, Mas,” ucapnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Rudi mengaku keberatan saat pemerintah berencana menarik peredaran minyak goreng curah dari pasaran per 1 Januari 2020. Pasalnya, jika dipaksa membeli minyak goreng kemasan, keuntungan yang didapatnya akan berkurang.

Ilustrasi minyak goreng curah./ANTARA FOTO

Seperti diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018, harga acuan minyak goreng kemasan adalah Rp11.000/liter. Di beleid yang sama, harga acuan untuk minyak goreng curah hanya Rp10.500/liter.

Belakangan, pemerintah menyatakan tidak akan menarik minyak curah dari pasaran. Hanya saja, produsen diminta menyediakan minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp11.000/liter di pasar-pasar tradisional.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top