Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proses Divestasi Vale Indonesia (INCO) Mulai Berjalan Akhir Tahun

Proses divestasi saham  PT Vale Indonesia Tbk. kemungkinan akan mulai berjalan pada akhir tahun ini meskipun tim lintas kementerian untuk membahas valuasi saham perusahaan tersebut telah tersebut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 September 2019  |  15:44 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com. JAKARTA — Proses divestasi saham  PT Vale Indonesia Tbk. kemungkinan akan mulai berjalan pada akhir tahun ini meskipun tim lintas kementerian untuk membahas valuasi saham perusahaan tersebut telah tersebut.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono mengatakan sikap pemerintah terhadap penawaran saham Vale akan ditentukan pasca pelantikan menteri baru.

Menurutnya, proses divestasi saham Vale sebesar 20 persen yang harusnya sudah berjalan pada 14 Oktober 2019 akan mengalami kemunduran. Apalagi, periode pemerintahan yang baru akan dimulai Oktober mendatang.

"Ya mundur sebulan dua bulan, tidak apa," katanya, baru-baru ini.

Adapun tim lintas kementerian akan bertugas untuk mengevaluasi kembali proses yang sebelumnya dilakukan Kementerian ESDM. Kementerian ESDM pada mulanya menargetkan valuasi saham Vale selesai pada Agustus 2019. 

Apabila valuasi saham selesai, baru diputuskan apakah pemerintah maupun BUMN berminat atau tidak, sekaligus bagaimana langkah yang akan diambil untuk mengeksekusi saham divestasi tersebut.

Selain Vale, divestasi saham PT Natarang Mining dengan komoditas emas menjadi perusahaan tambang selanjutnya yang dihitung valuasi sahamnya.

Kementerian ESDM juga masih menunggu penawaran divestasi saham dari tiga perusahaan tambang lain, yakni PT Ensbury Kalteng Mining (emas) dengan kewajiban divestasi saham 20%, PT Kasongan Bumi Kencana (emas) 12%, dan PT Galuh Cempaka (intan) 17%.

Perhitungan valuasi saham tiga perusahaan tersebut belum bisa dilakukan karena belum sama sekali melakukan penawaran. Tiga perusahaan tersebut meminta waktu untuk melakukan penawaran karena sedang menghitung nilai valuasi saham mereka sendiri melalui Kantor Jasa Penilai Perusahaan (KJPP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

divestasi vale indonesia tbk
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top