Ekspansi Bisnis, Sunindo Adipersada Bangun Pabrik di Jawa Tengah

Bisnis.com, JAKARTA- PT Sunindo Adipersada siap melakukan ekspansi bisnis dengan membangun fasilitas produksi terbaru yang berlokasi di Jawa Tengah, proses pembangunan pabrik dilakukan semester dua 2020.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 10 September 2019  |  20:43 WIB
Ekspansi Bisnis, Sunindo Adipersada Bangun Pabrik di Jawa Tengah
PT Sunindo Adipersada siap melakukan ekspansi bisnis dengan membangun fasilitas produksi terbaru yang berlokasi di Jateng. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- PT Sunindo Adipersada siap melakukan ekspansi bisnis dengan membangun fasilitas produksi terbaru yang berlokasi di Jawa Tengah, proses pembangunan pabrik dilakukan semester dua  2020.

Saat ini, Sunindo sudah memiliki pabrik di Cileungsi, Jawa Barat yang memproduksi mainan boneka dimana pabrik ini sudah menggunakan teknologi canggih.

CEO PT Sunindo Adipersada Iwan Tjen mengatakan rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah tidak terlepas dari perkembangan bisnis mainan yang terus berkembang.

Sunindo merupakan perusahaan yang ekspor oriented dimana 80% hasil produksi memang untuk diekspor sementara sisanya 20% untuk kebutuhan domestik, pasar ekspor paling utama adalah Amerika Serikat, dan negara negara di Eropa.

Kapasitas produksi pabrik di Cileungsi sangat bervariasi tergantung jenis bonekanya dan produksi dibagi ke dalam 40 jenis line, satu line boneka bisa diproduksi sebanyak 500 pieces ada juga yang mencapai ribuan pieces.

“Karena permintaan ekspor yang cukup tinggi maka kami berencana menambah fasilitas produksi terbaru di Jawa Tengah,” ujarnya, Selasa (10/9).

Kondisi perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China juga menjadi peluang bagi Sunindo untuk meningkatkan ekspornya ke Amerika Serikat dan merebut pangsa pasar China.

Mulai 15 Desember 2019, Amerika Serikat akan menaikkan tarif bea masuk untuk produk mainan Tiongkok dimana kedua negara saling perang tarif bea masuk, kesempatan inilah yang akan dimanfaatkan Sunindo untuk dorong ekspor.

Dia mengajak kepada para pelaku industri mainan lokal agar memanfaatkan kondisi perang dagang untuk mendorong ekspor dan meningkatkan nilai tambah.

Selain membangun fasilitas produksi baru di Jawa Tengah, Sunindo juga berencana akan melakukan Initial Public Offering.

IPO akan dilakukan di semester dua tahun depan dan saat ini sedang dipersiapakan dengan matang agar nantinya tidak mengecewakan.

“Tahun depan merupakan tahun yang paling bersejarah bagi perusahaan kami karena bangun pabrik baru sekaligus berencana IPO,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk bahan baku, Sunindo menggunakan 50% bahan baku lokal dan 50% dari impor.

Sunindo termasuk produsen mainan lokal yang bisa dibanggakan karena sudah ekspor dan dikenal di pasar internasional dan sudah memiliki banyak distributor terutama di negara Eropa.

Untuk pasar domestik sendiri, produk Sunindo bisa didapatkan di ritel modern yang sudah memiliki kerjasama dan Sunindo juga memiliki kerjasama dengan perusahaan berupa pembuatan merchandise.

Dia menjelaskan Sunindo juga menjadi satu satunya perusahaan mainan yang dipilih Kementerian Perindustrian dan menjadi pilot project untuk mengimplementasikan industri 4.0 dalam industri mainan, proses pendampingan sudah dilakukan Agustus 2019.

Sunindo juga akan berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang diadakan Kementerian Perdagangan pada Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri mainan

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top