Tiga PLTMG Berkapasitas Total 140 MW Beroperasi di NTB & NTT

Tiga pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan kapasitas total 140 megawatt (MW) resmi beroperasi di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 September 2019  |  14:24 WIB
Tiga PLTMG Berkapasitas Total 140 MW Beroperasi di NTB & NTT
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kedua kiri) didampingi DIrektur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abu Manan (tengah) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) usai diresmikan di Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis (25/7/2019). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan kapasitas total 140 megawatt (MW) resmi beroperasi di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. 

Adapun dua PLTMG dengan tiga mesin 18V51/60DF, mampu memasok listrik untuk kota Bima dan Sumbawa masing-masing berkapasitas 50 MW untuk jaringan NTBt. Pembangkit listrik ketiga berlokasi di Maumere, Pulau Flores, menggunakan empat mesin 12V51/60 DF dengan total kapasitas 40 MW.

Managing Director MAN Energy Solutions Götz Kassing mengatakan pembangkit ini akan menjadi solusi keandalan listrik di NTB dan NTT, terutama di pulau-pulau terpencil wilayah tersebut. Mesin berbahan bakar ganda (dual fuel) yang digunakan menawarkan fleksibilitas bahan bakar untuk memastikan keberlanjutan pembangkit listrik. 

Selain menggunakan bahan bakar solar marine fuel oil (MFO), mesin dual fuel tersebut dapat dialihkan untuk beroperasi dengan LNG rendah emisi kapan saja.

"Memasok listrik untuk lebih dari 1.000 pulau berpenghuni merupakan tantangan yang besar. Kami sangat senang dapat mendukung pemerintah Indonesia dengan proyek ini," katanya melalui keterangan resmi, Rabu (4/9/2019). 

Nantinya, MAN Energy Solutions 5 bertanggung jawab memelihara dan mengoperasikan pembangkit listrik tersebut selama lima tahun. Perusahaan mengandalkan kemitraan dan tenaga kerja lokal untuk mengoperasikannya. 

Vice President and Head of Service Agreements MAN PrimeServ Michael Filous mengatakan ketiga pembangkit listrik tersebut dan pusat layanannya yang dibangun di Surabaya akan mempekerjakan lebih dari 130 karyawan pada akhir 2019 dengan 90 persen di antaranya berasal dari penduduk lokal.

"Selain pasokan energi, peluang ekonomi penduduk lokal di pulau-pulau tersebut juga menjadi perhatian penting. Kami berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan pemberian pelatihan," sebutnya. 

Saat membangun pembangkit listrik, MAN Energy Solutions bekerja sama dengan perusahaan Indonesia PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) dan berbagi tanggung jawab EPC sebagai bagian dari konsorsium terbuka. Pada saat WIKA melakukan perakitan pembangkit listrik, MAN Energy Solutions bertanggung jawab untuk pengiriman, pengawasan perakitan dan uji coba mesin, aksesoris mekanik dan listrik, serta perancangan pembangkit listrik.

“Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus untuk isu elektrifikasi ini. Kami bangga telah berkontribusi untuk rencana-rencana ini. Dengan tiga pembangkit listrik baru, kami secara signifikan telah meningkatkan infrastruktur listrik di Nusa Tenggara Barat dan Flores,” kata Direktur Operasi II WIKA Bambang Pramujo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top