Anak Usaha JSMR Tanggapi Usul Toilet di Rest Area Jadi Berbayar dan Gratis

Marlina Ririn Indriyani, GM Pemasaran PT Jasamarga Related Business (PT JMRB) mengatakan bahwaa pihaknya sudah mendengar wacana tempat peristirahatan di jalan tol akan dipisah menjadi berbayar dan tidak berbayar.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  20:40 WIB
Anak Usaha JSMR Tanggapi Usul Toilet di Rest Area Jadi Berbayar dan Gratis
Ilustrasi 'rest area' - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Jasamarga Related Business (PT JMRB), menyetujui adanya pilihan toilet berbayar dan toilet tidak berbayar untuk pengguna karena tingginya harga perawatan toilet selama ini.

Marlina Ririn Indriyani, GM Pemasaran PT Jasamarga Related Business (PT JMRB) mengatakan bahwaa pihaknya sudah mendengar wacana tempat peristirahatan di jalan tol akan dipisah menjadi berbayar dan tidak berbayar.

“Kita sudah pernah dengar wacana itu dari asosiasi rest area, cuma kalau di kami karena kami anak usaha BUMN kami saat ini masih mengikuti peraturan pemerintah saja. Selama Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih berbunyi toilet gratis, ya, sampai saat ini kami masih mengikuti itu, toilet gratis,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/8/2019).

Ririn mengakui bahwa wacana ini keluar karena tingginya harga perawatan fasilitas yang harus ditanggung oleh pengelola, sedangkan sebagian besar fasilitas di rest area adalah fasilitas umum untuk memenuhi SPM, dengan tenant yang berisi UMKM sehingga pihaknya tidak bisa mematok harga tinggi untuk sewa.

Urus Toilet Setahun Bisa Rp2 Miliar

“Sementara kami harus menyediakan cleaning service, security, airnya, peralatan kebersihannya dan lain-lain. Kami saja di salah satu rest area tipe A setahun mengurus toilet saja bisa Rp1 miliar – Rp2 miliar,” katanya.

Dia menambahkan dalam wacana ini tidak serta merta semua toilet berbayar, tetapi pengguna diberi pilihan untuk menggunakan toilet yang berbayar dengan fasilitas khusus dan fasilitas tambahan atau toilet gratis yang sudah sesuai dengan SPM. Namun, Ririn mengembalikan semua itu kepada pemerintah.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) R Widie Wahyu menginginkan bahwa toilet di tempat peristirahatan jalan tol dapat dibagi dua, yakni yang dikenakan biaya maupun yang gratis.

“Usul dari kami mengelola toilet tidak mudah setiap hari ada yang hilang ada yang rusak, air tidak murah usul saya apakah boleh adanya toilet gratis ada toilet berbayar,” ujarnya.

Ia mencontohkan pada musim lebaran kemarin, toilet di tengah sawah yang berbayar kurang lebih Rp10.000 saja banyak diminati. Sehingga apabila toilet dibuat berbayar dan tidak, pengguna dapat memilih.

“Start dari Rp2.000, oke. Karena kan ada beberapa rest area juga yang sekarang sediakan kamar mandi, kamar mandi air panas. Tergantung fasilitas yang mereka sediakan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jsmr

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top