Balai Lelang Masih Terpusat di Jabodetabek

Ketua Persatuan Balai Lelang Indonesia (Perbali) Daddy Doxa mengatakan hingga saat ini balai lelang di Indonesia masih terpusat di Jabodetabek.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  10:16 WIB
Balai Lelang Masih Terpusat di Jabodetabek
Pengunjung melihat mobil di acara Lelang Expo di JCC Jakarta, Jumat (22/9). DJKN bekerjasama dengan Kementerian Keuangan menyelenggarakan Lelang Expo di mana barang-barang yang dilelang merupakan barang rampasan, barang gratifikasi KPK serta barang milik artis. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Persatuan Balai Lelang Indonesia (Perbali) Daddy Doxa mengatakan hingga saat ini balai lelang di Indonesia masih terpusat di Jabodetabek.

Adapun balai lelang yang terletak di luar Jabodetabek masih sebesar 20% dari total balai lelang yang ada, itupun mayoritas terletak di Pulau Jawa.

"Sumatra dan Indonesia Timur itu sepi, yang saya tahu ada balai lelang di Bali dan Flores tapi saya enggak tahu itu aktivitasnya bagaimana," kata Daddy, Rabu (14/8/2019).

Dirinya pun menyambut positif PMK terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan berharap animo masyarakat dan pelaku bisnis atas lelang juga bertambah.

Sebelumnya, pemerintah telah merevisi ketentuan minimal modal disetor untuk balai lelalng di daerah dengan menurunkannya dari Rp5 miliar menjadi hanya Rp3 miliar.

Dalam rangka meningkatkan animo masyarakat, Daddy mengungkapkan pihaknya selaku asosiasi sedang mendorong anggota agar lebih membuka mata dengan melelang barang-barang yang selama ini tidak biasa dilelang oleh balai lelang.

Saat ini, balai lelang cenderung melelang dua jenis barang yakni dari sektor otomotif dan properti. Padahal, izin mendirikan balai lelang sesungguhnya tidak membatasi balai lelang untuk melelang barang-barang tertentu saja.

Daddy mencontohkan barang-barang eks-marketplace memiliki potensi besar untuk dilelang mengingat marketplace dan e-commerce saat ini sedang bertumbuh.

Lebih lanjut, barang-barang yang sudah tidak lagi digunakan oleh perusahaan dan sudah dihapus pencatatannya dalam daftar aset juga memiliki potensi besar untuk dilelang melalui balai lelang ke depannya.

"Kita memang masih konservatif tapi kita mulai membuka mata dan ternyata peminatnya banyak," ujar Daddy.

Selain itu, Daddy juga menyambut baik klausul baru dari regulasi atas balai lelang yakni hanya kewajiban bagi balai lelang untuk tergabung dalam suatu asosiasi.

Dengan ini, persaingan antarbalai lelang akan makin sehat karena adanya kewajiban tersebut.

Adapun sanksi yang bisa dikenakan kepada balai lelang yang enggan bergabung dengan asosiasi antara lain berupa pembekuan izin operasional balai lelang tanpa mendahului surat peringatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Balai Lelang

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top