Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Bandara Kediri, GGRM dan Angkasa Pura I Mulai Saling Lirik

Kementerian Agraria dan Tata Ruang Nasional/Badan Pertanahan Nasional menyatakan proses pembangunan Bandara Kediri Jawa Timur yang diajukan PT Gudang Garam Tbk. masih menanti finalisasi lahan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  17:01 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Agraria dan Tata Ruang Nasional/Badan Pertanahan Nasional menyatakan proses pembangunan Bandara Kediri Jawa Timur yang diajukan PT Gudang Garam Tbk. masih menanti finalisasi lahan meskipun penyediaan lahan untuk pembangunan bandara baru itu sudah mencapai 400 hektare.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Nasional/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Arie Yuriwin mengungkapkan pembebasan lahan sudah dilaksanakan dengan skema business to business atau antarpebisnis.

"Lahan sudah siap, nanti KPBU [kerja sama pemerintah badan usaha], PT Gudang Garam dengan Angkasa Pura I," katanya di Kantor Kemenko Maritim, Selasa (23/7/2019).

Dia menyebut total lahan yang sudah dibebaskan seluas 400 hektare dengan lokasi di Kota Kediri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyatakan belum begitu masuk dalam pembahasan pembangunan Bandara Kediri.

"Konsepnya kerja sama operasional [KSO], pembahasannya masih menyelesaikan persoalan lahan saja," ujarnya.

Dengan KSO, imbuhnya, Angkasa Pura I melakukan kerja sama operasional dengan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dalam menyelesaikan proyek Bandara Kediri tersebut. 

"[Terkait runway] belum dibahas, ini proses yang lama, nanti mau jalan lagi. Pokoknya secepatnya," tuturnya.

Sebelumnya, GGRM berencana membangun bandara di Kediri, Jawa Timur. Bandara itu akan memiliki luas sekitar 457 hektare. 

Rencana pembangunan bandara itu menjadi salah satu proyek strategis nasional karena pada 2020 Bandara Juanda Surabaya, akan melebihi kapasitas (overload). Pembangunannya diperkirakan membutuhkan investasi antara Rp1 triliun--Rp10 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura i gudang garam
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top