Genjot Percepatan Pembangunan Jatim, Pemerintah Tetapkan Tiga Fokus

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan fokus pertama yang dibicarakan adalah soal penyelesaian kilang minyak di Tuban. Hingga saat ini, kelanjutan proyek masih menunggu pembebasan lahan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  16:57 WIB
Genjot Percepatan Pembangunan Jatim, Pemerintah Tetapkan Tiga Fokus
Para pengunjung yang memadati obyek wisata gunung Bromo, salah satu obyek wisata di Jawa Timur yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, BOGOR – Pemerintah akhirnya menetapkan tiga proyek unggulan di Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan dukungan berupa regulasi maupun biaya dari APBN.

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas yang membahas percepatan pembangunan di Provinsi Jawa Timur, di Istana Bogor, Selasa (9/7/2019).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan fokus pertama yang dibicarakan adalah soal penyelesaian kilang minyak di Tuban. Hingga saat ini, kelanjutan proyek masih menunggu pembebasan lahan.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) masih menunggu hasil putusan Mahkamah Agung atas sengketa lahan dengan masyarakat untuk proyek Kilang Tuban.

“Kemudian kedua adalah pengembangan kawasan wisata Bromo, Tengger, Semeru di mana masterplan-nya sedang dipersiapkan oleh pemerintah pusat dan nantinya kita harapkan infrastruktur pendukungnya pun segera dikerjakan,” ujarnya.

Proyek ketiga yang dibahas adalah pengembangan kawasan metropolitan Surabaya dan sekitarnya atau yang biasa dikenal dengan Gerbang Kertasusila.

Terkait dengan proyek ini, dia mengungkapkan Gubernur Jawa Timur mengharapkan adanya konektivitas yang terintegrasi di kawasan ini.

“Dan menteri perhubungan sudah menyampaikan kemungkinan pengembangan angkutan umum berbasis kereta yang ada di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” tukasnya.

Menurutnya, pemilihan tiga proyek tersebut lebih didasarkan atas komitmen pemerintah dalam menggenjot realisasi ekspor dan investasi sehingga diperlukan diversifikasi daerah.

“Selama ini yg namanya industri manufaktur, kawasan industri kebanyakan di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Padahal, dengan kita ingin menarik investasi lebih banyak, maka perlu diversifikasi lokasi juga termasuk yang sekarang sedang meningkat di Jateng dan Jatim,” tekannya.

Dari segi dukungan fiskal, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menambahkan Presiden Jokowi memberikan arahan untuk memberilan insentif fiskal, misalnya tax holiday di kawasan berikat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menenkankan percepatan pengembangan Gerbang Kertasusila sudah mendesak untuk dilakukan.

Lebih lanjut, dia mengemukakan penyelesaian pengembangan Gerbang Kertasusila akan menyelesaikan persoalan konektivitas yang mencakup

Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan.

“Koneksitas di lingkungan industri ring 1 Jawa Timur akan disiapkan tambahan public transportation termasuk di dalamnya ada LRT [light rapid train]. Kita juga ingin menambahkan intensitas kereta komuter,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, jatim

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top