Jelang Lebaran, Mimika Disiram Minyak Tanah 40 Ton

Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, Papua, bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) menyalurkan 40 ton minyak tanah ke beberapa lokasi di Kota Timika guna membantu warga mempersiapkan perayaan Lebaran.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  12:00 WIB
Jelang Lebaran, Mimika Disiram Minyak Tanah 40 Ton
Awak mobil tangki (AMT). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, TIMIKA - Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, Papua, bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) menyalurkan 40 ton minyak tanah ke beberapa lokasi di Kota Timika guna membantu warga mempersiapkan perayaan Lebaran.

Kepala Disperindag Mimika Bernadinus Songbes mengatakan bahwa penyaluran minyak tanah telah dilakukan sejak 29 Mei hingga 31 Mei ke beberapa lokasi di Kota Timika yaitu Masjid SP2 dan SP3 masing-masing 10 ton, dan Pasar Sentral, Masjid Agung Babussalam Koperapoka, Masjid SP1, dan Masjid SP4 masing-masing 5 ton.

"Penyaluran minyak tanah ini untuk membantu warga terutama umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri. Dengan begitu, warga tidak kesulitan mencari minyak tanah untuk kebutuhan memasak hidangan untuk hari raya Lebaran," kata Songbes di Timika, Papua, Senin (3/6/2016).

Ia menyebut, setiap rumah tangga mendapatkan alokasi minyak tanah sebanyak 15 liter dengan harga pembelian Rp49.500.

Mengingat untuk mencari uang koin Rp500 di Timika cukup sulit, maka diputuskan harga pembelian minyak tanah sebesar Rp50 ribu.

"Kami minta pihak Pertamina selaku penyalur minyak tanah agar mengembalikan Rp500 dari setiap pembelian oleh warga untuk disumbangkan ke masjid masing-masing yang ada di lokasi tersebut," ujarnya.

Songbes mengatakan bahwa jajarannya juga terus memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat menghadapi hari raya Idulfitri 1440 Hijriah.

Saat ini, katanya, barang kebutuhan pokok tersedia dalam jumlah cukup melimpah di Timika. Pihaknya terus memantau stok barang yang beredar di pasar, untuk memastikan agar jangan sampai ada yang sengaja menimbun sehingga memicu kelangkaan barang lalu harganya akan naik drastis.

"Sejauh ini semuanya aman, termasuk bawang merah yang sebelumnya naik sampai Rp90.000 per kilogram, sekarang sudah stabil pada harga Rp60.000 per kilogram. Kami juga terus memantau ketersediaan stok beras, mengingat beberapa waktu lalu persediaannya berkurang sehingga pedagang menaikkan harga beras di Timika," jelas Songbes.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak tanah

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top