Lebaran 2019, Beban Puncak Listrik Jawa Bali Diprediksi Turun 62%

Beban puncak kelistrikan sistem Jawa-Bali diprediksi mengalami penurunan sebesar 62% atau sekitar 10.637 MW dibanding kemampuan pasokan daya mampu selama Lebaran 2019.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  14:58 WIB
Lebaran 2019, Beban Puncak Listrik Jawa Bali Diprediksi Turun 62%
Ilustrasi

Bisnis.com, DEPOK - Beban puncak kelistrikan sistem Jawa-Bali diprediksi mengalami penurunan sebesar 62% atau sekitar 10.637 MW dibanding kemampuan pasokan daya mampu selama Lebaran 2019. 

Adapun beban puncak pada sistem Kelistrikan Jawa-Bali selama lebaran 2019 diperkirakan mencapai 17.179 MW atau masih berada di bawah daya mampu yang sebesar 34.716 MW.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar memastikan kehandalan dan ketersediaan suplai listrik selama lebaran dalam kondisi cukup.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak saat lebaran umumnya lebih rendah dibandingkan pada kondisi normal lantaran banyaknya industri yang berhenti beroperasi atau libur. 

"Kesiapan pasokan listrik sangat penting, agar masyarakat bisa menikmati lebaran bersama keluarga dengan nyaman dan terang. Untuk itu kami pastikan kehandalan dan ketersediaan suplai listrik selama lebaran dalam kondisi cukup," katanya, Kamis (23/5/2019), saat mengunjungi Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Gandul, Depok, Jawa Barat.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Hariyanto WS menjelaskan pada pengalaman lebaran tahun lalu, beban puncak malam hari pada sistem kelistrikan nasional mengalami penurunan sebesar 29-31% dari kondisi normal. Sementara, pada sistem Jawa-Bali mengalami penurunan sebesar 56%-60%.

Adapun kemampuan kelistrikan sistem Jawa-Bali memiliki kemampuan pasokan daya mampu netto 34.716 MW, daya mampu pasok 27.817 MW, perkiraan beban puncak 17.179 MW, cadangan operasi 10.637 MW, dan reserve margin 62%.  "Karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun, namun kami pastikan keandalan tetap terjaga," sebutnya.

Meski demikian, Hariyanto memastikan PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. PLN telah menetapkan masa siaga lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk posko lebaran yang beroperasi 24 jam. 

Sementara itu, sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan meliputi kesiapan unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi, dan distribusi, menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali perbaikan kerusakan, membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan beban menyiapkan cadangan putar atau spinning reserve lebih besar dari waktu reguler, dan melakukan pengawasan dan siaga di sejumlah objek vital seperti masjid maupun pusat keramaian terkait ketersediaan pasokan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, beban puncak pln

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top