Toba Bara Sejahtra Pacu Diversifikasi

PT Bara Toba Sejahtera Tbk terus mendorong diversifikasi bisnis pada pertambangan dan pembangkit listrik dengan komposisi pendapatan mencapai 50 : 50 pada tiga tahun ke depan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 29 April 2019  |  08:19 WIB
Toba Bara Sejahtra Pacu Diversifikasi
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Toba Bara Sejahtra Tbk terus mendorong diversifikasi bisnis pada pertambangan dan pembangkit listrik dengan komposisi pendapatan mencapai 50 : 50 pada tiga tahun ke depan.

Direktur PT Toba Bara Sejahtra Arthur Simatupang mengatakan perseroan memang berupaya agar tidak hanya bergantung pada bisnis tambang.

Setidaknya apabila bisnis tambang batu bara mengalami masa suram, perseroan telah mampu menambah aset portofolio di bidang kelistrikan.

Menurutnya, memulai bisnis pembangkit listrik memang lebih berat dibandingkan tambang. Namun, bisnis pembangkit memiliki pendapatan yang tetap atau fix income dibanding bisnis tambang yang lebih berfluktuasi.

“Kalau di pertambangan tidak bisa diukur sama sama sekali, bisa satu tahun bagus kemudian bisa mengalami kerugian,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Walaupun, tidak dipungkiri, tambahnya, untuk mendapatkan fix income dari bisnis pembangkitan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada pertambangan. Setidaknya bisnis pembangkitan harus menjalani proses bertahun-tahun untuk mendapatkan fix income dimulai dari pengajuan perjanjian jual beli atau power purchasing agreement (PPA) ke PLN, penyelesaian pendanaan atau finansial close (FC), hingga konstruksi yang setidaknya memakan waktu tiga tahun.

Menurutnya, saat pembangkit telah beroperasi pun, setidaknya lima tahun pertama perusahan belum mampu mendapatkan keuntungan karena dana masih digunakan untuk mengembalikan pinjaman pada pihak ketiga atau perbankan. Baru pada lima tahun setelahnya, keuntungan mampu diperoleh perusahaan.

“Jadi ini yang menarik, boleh dibilang kalau perambangan kalau masuk benar 2-3 tahun sudah bisa PEB, sedangkan masuk bisnis listrik bisa proses lebih lama,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, pembangkit listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top