Hal Ini Harus Diperhatikan Pelaku Industri Kreatif Jika Ingin Dikenal Secara Global

Kepekaan membaca tren dinilai sebagai langkah penting yang harus dilakukan pelaku industri kreatif untuk bisa mendapat tempat di mata dunia.
Wibi Pangestu Pratama | 04 Oktober 2018 22:14 WIB
Salah satu contoh produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA – Kepekaan membaca tren dinilai sebagai langkah penting yang harus dilakukan pelaku industri kreatif untuk bisa mendapat tempat di mata dunia.

Hal tersebut disampaikan Freddy Chrisswantra, desainer yang diundang sebagai talent dalam pameran internasional Ambiente 2018 di Frankfurt, Jerman.

Tercatat 67 peserta pameran asal Indonesia akan meramaikan Ambiente 2019. Dalam pameran tahun depan tercatat dua orang asal Indonesia yang diundang Ambiente sebagai talent atau desainer muda yang karyanya dinilai memili kekuatan. Jumlah tersebut meningkat dari Ambiente 2018 yang hanya mengundang 1 desainer Indonesia, yakni Freddy.

Selepas konferensi pers pameran dagang Ambiente 2019 pada Kamis (04/10/2018) di Hotel Double Tree, Jakarta, Freddy menjelaskan kepada Bisnis bahwa Indonesia sudah memiliki 'tempat' di pameran Ambiente. Para desainer harus mampu membaca tren dan mengaplikasikannya agar tidak hanya mengisi 'tempat', namun dapat menjual karyanya.

"Indonesia terang lah di sana [punya peluang]. Yang penting itu punya sense design, kepekaan desain, dan kepekaan tren. Pameran kan dilaksanakan tahun depan, desainer harus bisa baca tren tahun depan [saat mengirimkan karya untuk diseleksi pada tahun ini]," tutur Freddy yang juga mengajar desain di Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Freddy diundang oleh Ambiente atas karyanya yang berasal dari material pakis. Ia menjelaskan bahwa pemilihan material dan desainnyalah yang membuat karyanya itu dilirik kurator Ambiente. Pengunjung pameran pun merespon positif karya Freddy yang dinilai berbeda dari karya lainnya.

Ambiente 2019 sendiri mengusung tiga tren desain dalam pamerannya, tren tersebut terdiri dari tasteful residence, quiet surrounding, dan joyfilled ambience. Desain tersebut diterapkan pada tiga segmen produk yang dipamerkan, yakni segmen living, giving, dan dining.

Dalam data statistik Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik, ekspor industri kriya tercatat sebesar 37% dari seluruh ekspor industri kreatif. Industri kriya berkontribusi 15,70% dari PDB ekonomi kreatif. Industri ini menjadi penyumbang PDB terbesar ketiga setelah industri kuliner dan fesyen.

Negara-negara tujuan ekspor terbesar industri kreatif tercatat pula sebagai negara asal pengunjung pameran Ambiente yang terbesar. Ekspor industri kreatif ke negara-negara asal pegunjung Ambiente tercatat sebesar: Amerika Serikat (31,72%), Jerman (4,56%), China (3,49%), dan Inggris (2,86%).

Freddy menjelaskan, karyanya berhasil menarik pembeli dari 12 negara. Dari sana ia menjelaskan bahwa pameran seperti Ambiente merupakan tempat tepat untuk memasarkan produk ke berbagai belahan dunia.

Tag : industri kreatif
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top