Ekspor Jasa Konstruksi Dipacu

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong kontraktor dalam negeri untuk berkiprah di mancanegara guna menggenjot ekspor jasa konstruksi. Kemampuan kontraktor dalam negeri juga diyakini sudah diakui pemilik proyek di luar negeri.
Rivki Maulana | 31 Agustus 2018 15:50 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong kontraktor dalam negeri untuk berkiprah di mancanegara guna menggenjot ekspor jasa konstruksi. Kemampuan kontraktor dalam negeri juga diyakini sudah diakui pemilik proyek di luar negeri.

Menteri PUPR, Basuk Hadimuljono mengatakan salah satu negara yang mengakui kemampuan kontraktor Indonesia adalah Namibia. Negara yang terletak di Afrika Barat itu kemarin berkujung ke Indonesia, bertemu sejumlah pejabat tinggi, termasuk direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Nambia dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Hubungan Internasional dan Kerjasama Republik Namibia Netumbo Nandi Ndaitwah dengan sejumlah menteri yakni Menteri Industri, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Tjekero Tweya, Menteri Pertanian, Air dan Kehutanan Alpheus Naruseb dan Menteri Ekonomi dan Direktur Komisi Perencanaan Nasional Obeth Kandjose.

“Keputusan Namibia untuk melibatkan PT. WIKA membangun infrastruktur disana adalah benar. Dalam hal manajerial, PT WIKA memiliki standar operasi yang bagus, baik dari segi keamanan maupun kualitas, karena salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia,” ujar Basuki dalam siaran pers yang dikutip Bisnis.com, Kamis (30/8/2018).

Direktur Utama Wijaya Karya, Tumiyana, mengatakan saat ini pihaknya masih menjajaki proyek-proyek yang akan digarap. Perseroan juga akan mengirim tim ke Namibia guna menindaklanjuti pertemuan dengan delegasi Namibia.

Dalam catatan Bisnis.com, tahun ini Wijaya Karya membidik perolehan kontrak di luar negeri sebesar Rp3,8 triliun. Per Juli 2018, realisasi kontrak telah mencapai Rp1,6 triliun atau 42% dari target. Tahun depan, Wijaya Karya membidik konstruksi di luar negeri sebesar Rp4,5 triliun.

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top