BPS Diminta Segera Keluarkan Data Produksi Pertanian

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta agar Badan Pusat Statistik bisa segera mengeluarkan data produksi pertanian.
Juli Etha Ramaida Manalu | 24 Juli 2018 21:03 WIB
Petani memanen jagung di lahan pertaniannya di Desa Sidera, Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (10/10). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta agar Badan Pusat Statistik bisa segera mengeluarkan data produksi pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Perencana Utama Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas Nono Rusono mengingat masa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang semakin dekat.

“Segera dikeluarkan karena sebentar lagi akan menyusun RPJMN baru 2020-2024 sehingga Bappenas punya acuan untuk menghitung proyeksi ke depan berdasarkan database yang dikeluarkan dari BPS,” katanya, Selasa (24/7/2018).

Data yang ada saat ini terkait produksi pangan, khususnya pajale (padi, jagung, kedelai) berasal dari Kementerian Pertanian. Menurut Nono, data terkait produksi sebaiknya memang tidak dikeluarkan oleh pihak yang berperan sebagai pelaksana program dalam hal produksi pangan, Kementerian Pertanian .

Hal ini, katanya demi menjaga independensi data yang dikeluarkan meskipun sebenarnya tidak masalah jika Kementerian Pertanian juga mengeluarkan data. Hanya saja, data ini perlu mendapat peninjauan ulang dari BPS selaku lembaga pemerintah.

“Pertanian itu sebagai pelaksana program, dan harusnya yang mengeluarkan data itu di luar dari pelaksana program sehingga independensinya agak baik dan itu memang pemerintah punya lembaga yaitu BPS,” tambahnya.

Seperti diketahui, saat ini BPS sendiri sedang melakukan perbaikan data setelah sempat vakum sejak 2016. BPS disebut akan kembali mengeluarkan data produksi pada Agustus tahun ini.

“Insya Allah dia [BPS] segera mengeluarkan itu, [data produksi] pajale. Tindak lanjut [dari data] itu, menjadi pegangan kita dalam menyusun program,” katanya.

Lebih lanjut, Nono menyebutkan bahwa saat ini, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, peningkatan produksi produk pangan lebih didorong oleh peningkatan luas tanam. Oleh karena itu, ke depan, dalam program yang akan disusun, pihaknya akan lebih fokus pada peningkatan produktivitas guna mendorong produksi, salah satunya adalah dengan mendorong pemanfaatan bibit unggul seperti jagung hibrida.

Selain untuk mendorong peningkatan produksi, penggenjotan produktivitas lahan pertanian juga bertujuan agar pada saat yang sama, bisa meningkatkan capaian produksi lebih dari satu komoditas pangan di saat bersamaan.

“Programnya harus ke situ sehingga Bappenas akan dukung dan menyesuaikan programnya ke peningkatan produktivitas bukan ke arah luas tanam karena luas tanam sudah cukup lah supaya komoditas lain juga bisa meningkat,” pungkasnya.

Tag : pertanian, kementan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top