Pelindo IV Gandeng Sucofindo Garap Manajemen Pelabuhan Bertaraf Internasional

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) bekerjasama dengan PT Sucofindo (Persero) dalam rangka penyediaan jasa konsultansi dan manajemen di lingkungan Pelindo IV.
Annisa Sulistyo Rini | 21 Juli 2018 09:19 WIB
Alat pengangkut kontainer (Reach Stacker) dioperasikan untuk memindahkan kontainer ke atas truk, di Pelabuhan Cabang Makassar yang dikelola Pelindo IV, Selasa (20/2/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) bekerjasama dengan PT Sucofindo (Persero) dalam rangka penyediaan jasa konsultansi dan manajemen di lingkungan Pelindo IV.

Nota kesepahaman ini merupakan bentuk sinergi strategis BUMN yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin dengan Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung di Kantor Pelindo IV yang berada di Makassar Jum'at (20/7/2018).

“Kami percaya dengan kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi ke dua belah pihak, sehingga kapasitas dan kontribusi perseroan dapat meningkat dan memperoleh nilai tambah dalam bisnis,” kata Bachder dalam keterangan resmi, Jumat (20/7/2018).

Sinergi ini juga diharapkan menjadi sumber kontribusi untuk negara. Bachder menjelaskan pihaknya sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang inspeksi, pengujian, sertifikasi, pelatihan dan konsultansi, mampu berperan dalam memberikan layanan jasa konsultansi dan manajemen Pelindo IV.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan kerjasama dengan BUMN merupakan keinginan perseroan untuk lebih mempererat sinergi antar perusahaan milik pemerintah.

“Alhamdulillah seluruh proyek kami di Kawasan Timur Indonesia (KTI) rata-rata kerja sama dengan BUMN. Kami berharap, ke depan sinergi [BUMN] ini lebih baik lagi,” ujarnya.

Doso berharap agar kerja sama dengan Sucofindo segera diwujudkan. Sebab, ke depan Pelindo IV akan lebih mengembangkan ekspor perikanan dari KTI.

Hal ini tentu menjadi peluang Sucofindo untuk membangun laboratorium yang besar di wilayah Indonesia Timur dan ekspor produk perikanan bisa langsung dari kawasan tersebut.

Sebagai tahap awal, kerjasama ini dimulai dari studi kelayakan pembangunan pelabuhan, penyusunan master plan pelabuhan, studi dan survei teknis yang terkait perencanaan pelabuhan.

Selain itu, ada pula basic design/schematic design, preliminary design dan detiled engineering design pembangunan fasilitas pelabuhan, pengawasan teknik, manajemen konstruksi dan manajemen proyek pembangunan pelabuhan, jasa konsultasi pengendali mutu (Quality Assurance) terkait pekerjaan konstruksi, jasa konsultasi quantity surveyor (QS), pelaksanaan jasa konsultasi pada tahap operasional dan pemeliharaan, technical advisory, serta perencanaan dan pengawasan pengadaan peralatan.

“Diharapkan realisasi MOU ini terus berkembang dan menelurkan berbagai kerja sama, membangun kemitraan yang berorientasi kepada pengembangan bisnis maupun pelaksaaan pekerjaan atau kegiatan antara Sucofindo dan Pelindo. Nantinya, akan dituangkan dalam suatu perjanjian kerjasama,” ungkap Bachder.

Masih dalam sektor yang sama, sejak 2016 Sucofindo memiliki layanan jasa konsultansi Greenport, pelabuhan ramah lingkungan bertaraf internasional. Jasa konsultansi ini telah diterapkan di Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra (KBS) Cilegon, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Cirebon, serta Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dalam jasa ini Sucofindo merujuk pada peraturan Internasional ISM (International Safety Management) code terkait dengan safety di pelabuhan dan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, perseroan memiliki referensi dalam penerapan Greenport berdasarkan PIANC (The World Association for Waterborne Transport Infrastructure) Report No. 150-2014, Sustainable Ports, dan A Guide For Port Authorities.

Tag : pelindo iv
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top