Gapura Angkasa jadi Service Center TLD untuk Indonesia

PT Gapura Angkasa, perusahaan jasa layanan darat (ground handling), mendapatkan kepercayaan dari TLD untuk menjadi Support Service Center (SSC) untuk Indonesia.
Rio Sandy Pradana | 28 Juni 2018 22:50 WIB
Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi (tengah) berbincang dengan Dirut PT Gapura Angkasa Sucipto (dari kiri), Kepala Basarnas M. Syaugi, Dirut Perum LPPNPI Novie Riyanto Rahardjo dan CEO PT Jasa Angkasa Semesta Tbk Adji Gunawan seusai panandatangan kerja sama, di Jakarta, Senin (26/2). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--PT Gapura Angkasa, perusahaan jasa layanan darat (ground handling), mendapatkan kepercayaan dari TLD untuk menjadi Support Service Center (SSC) untuk Indonesia.

CEO dan Presiden Direktur Gapura Sucipto mengatakan TLD merupakan produsen ground support equipment (GSE).

Peralatan-peralatan GSE yang diproduksi telah banyak dioperasikan oleh Gapura dan perusahaan sejenis di Indonesia dan diperkirakan jumlah populasinya di Indonesia mencapai 337 unit.

"Kami telah mendapatkan kepercayaan dari TLD sebagai SSC resmi untuk melakukan perawatan GSE merek TLD baik yang dioperasikan oleh Gapura maupun perusahaan-perusahaan lain di Indonesia yang sebelumnya dilakukan langsung oleh TLD Asia-Hongkong," kata Sucipto dalam rilis, Kamis (28/6/2018).

Dia menambahkan beberapa pekerjaan perawatan yang dimaksud diantaranya, melakukan commissioning pada saat akan dilakukan serah terima peralatan GSE
dari TLD kepada pembeli di Indonesia. Selain itu mencakup perbaikan dan perawatan peralatan GSE merek TLD yang mengalami kerusakan.

Pada tahap pertama, lanjutnya, kepercayaan yang diberikan adalah sebagai SSC untuk wilayah Indonesia. Namun, Gapura optimistis mampu memperluas kepercayaan untuk menjadi SSC wilayah Asia Pacifik, dengan didukung oleh kualitas SDM, serta peralatan yang ada.

Gapura, imbuhnya, juga didukung oleh SDM terdidik dan terlatih dengan fasilitas perawatan (workshop) termasuk peralatan kerja pendukung yang tersebar di beberapa bandara di Indonesia.

Dia menyebut salah satu upaya peningkatan yang sedang dilakukan untuk mendukung program di atas adalah pengembangan pusat logistik yang mengatur stock dan supply suku cadang di seluruh kantor cabang dan perwakilan Gapura secara online dan real time melalui program Inventory Management System.

Sucipto berpendapat melalui kepercayaan dari TLD tersebut, diharapkan kontribusi Gapura untuk mendukung industri penerbangan dan jasa terkait lainnya yang ada di Indonesia dapat ditingkatkan khususnya dalam perawatan GSE yang memenuhi persyaratan Safety, Security, Service dan Compliance.

GSE merupakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan pesawat udara di bandara. Gapura saat ini telah beroperasi di 60 bandara di seluruh Indonesia.

Pihaknya telah mengoperasikan 1.194 unit GSE Motorized dan 3.915 unit GSE Non Motorized untuk melayani pesawat udara dari maskapai penerbangan domestik maupun internasional.

Sucipto memaparkan beberapa tipe atau jenis GSE dimaksud diantaranya adalah Aircraft Towing Tractors (ATT), High Lift Loader (HLL), Air Starter, Ground Power Unit (GPU), Passenger Steps (PBS), dan Belt Conveyor Loader (CBL).

Selain itu terdapat Air Conditioners Unit (ACU), Baggage Towing Tractors (BTT), Lavatory Service Trucks (LST), dan Water Service Trucks (WST).

Peralatan tersebut, lanjutnya, sangat vital dan memerlukan aspek kehandalan agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan.

Hal ini hanya terlaksana apabila GSE yang dioperasikan telah mendapatkan perawatan berkala atau terjadwal sesuai dengan maintenance manual dan rekomendasi manufacturer dilakukan oleh SDM yang professional diakui pabrik serta berlisensi.

Tag : perawatan pesawat
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top