Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Operasikan PLTU Baru 50 MW di Kalimantan Barat

PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan unit pertama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Parit Baru Site Bengkayang di Kalimantan Barat. Pembangkit baru ini mampu memproduksi listrik 50 megawatt (MW) dari total kapasitas yang dibangun 250 MW.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 06 Juni 2018  |  15:54 WIB
PLN Operasikan PLTU Baru 50 MW di Kalimantan Barat
PLTU Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jawa Barat. - Antara/Aditya Pradana Putra
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan unit pertama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Parit Baru Site Bengkayang di Kalimantan Barat. Pembangkit baru ini mampu memproduksi listrik 50 megawatt (MW) dari total kapasitas yang dibangun 2×50 MW.

Direktur PLN Regional Kalimantan mengatakan tambahan 50 MW mampu untuk memenuhi permintaan listrik rumah tangga, bisnis, maupun industri di sistem kelistrikan Khatulistiwa yang mencakup Kotamadya Pontianak, Kotamadya Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Sanggau.

“Pengoperasian satu unit PLTU ini direncanakan akan menambah pasokan daya sebesar 50 megawatt ke sistem Khatulistiwa. Untuk unit 2 (50 MW) direncanakan operasi November 2018,” ujar Machnizon dikutip dari laman resmi PLN, Rabu (6/6/2018).

PLTU Parit Baru Site Bengkayang ini berlokasi di dusun Tanjung Gundul Kecamatan Sei Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pembangkit ini merupakan bagian proyek Fast Track Program 2 (FTP-2) yang pembangunannya dimulai pada Juli 2013 dengan total nilai investasi lebih dari Rp1,3 triliun.

Dalam upaya memperkuat pasokan listrik sistem Khatulistiwa, PLN tengah melakukan perkuatan jaringan transmisi dan gardu induk dengan kegiatan rekonduktoring atau penggantian kabel konduktor dengan jenis yang lebih baik dan lebih kuat.

“Nantinya daya listrik yang dapat dihantarkan menjadi lebih maksimal, terutama untuk daerah Singkawang dan Bengkayang,” ujar Machnizon.

Dia menuturkan kegiatan rekonduktoring sedang dilakukan untuk jalur transimisi 150 kV Singkawang-Bengkayang. Kegiatan serupa akan dilakukan juga untuk jalur SUTT 150 kV Singkawang Senggiring/Mempawah dan Mempawah-Parit Baru.

Sementar itu Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi upaya PLN dalam mencukupi kebutuhan listrik khususnya di Singkawang melalui pengoperasian PLTU Parit Baru.

“Sebagai kota bisnis yang berkembang, banyak investor kita coba ajak untuk berinvestasi disini. Saya optimis dengan ketersediaan listrik yang baik investasi juga akan bertumbuh,” kata Tjhai Chui Mie.

PLN pun optimistis mampu memenuhi ketersediaan listrik untuk Singkawang dan sekitarnya.

“Kami berusaha menyediakan energi listrik yang andal, ekonomis dan berkualitas bagi masyarakat terutama untuk kebutuhan bisnis dan industri. Dengan berlimpahnya daya listrik di Sistem Khatulistiwa tidak ada yang perlu ragu untuk menjalankan usahanya karena khawatir listrik tidak cukup,” kata Machnizon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top