Little Tokyo di Cikarang Bidik Milenial dan Ekspartriat

PT PP Properti Jababeka Residences membidik pasar generasi millenial dan ekspartriat pada proyek Little Tokyo, kawasan bernuansa Jepang di Kota Jababeka, Cikarang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 19 April 2018 19:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PP Properti Jababeka Residences membidik pasar generasi millenial dan ekspartriat pada proyek Little Tokyo, kawasan bernuansa Jepang di Kota Jababeka, Cikarang.

Direktur PT Jababeka Tbk (KIJA) Sutedja Darmono mengatakan, arena ini memang seperti Little Tokyo,matau kawasan Jepang dengan hunian, pusat komersial, yang semuanya terintegrasi dengan transportasi atau transit oriented development (TOD).

"Harganya sangat terjangkau, karena berada dalam CBD, hanya bersebrangan dengan pusat komersial, orang-orang yang tinggal sangat tercukupi dengan mal-nya," jelas Sutedja, Kamis (19/4/2018).

Sutedja menyebut, daya pikat dari Little Tokyo adalah kehadiran Japanese Central Garden, sebagai area taman hijau yang eksklusif bagi penghuni  Little Tokyo. Taman ini memiliki luasan 4000 meter persegi dengan nilai investasi sebesar Rp8 miliar.

Ada pun Japanese Centre Garden ini terkoneksi langsung bukan hanya dengan hunian, tetapi juga dengan Japanese Mall, sebuah lifestyle mal seluas 22.000 meter persegi. Dalam Japanese Mal ini terdapat bioskop, playground, kuliner lokal dan Jepang, serta festival kebudayaan Jepang yang akan diadakan setiap tahunnya.

Sutedja menyebut, dari luas total Little Tokyo 4,6 hektar, PT PP Properti Jababeka Residences akan membangun 6 tower. Ada pun tower perdana bernama Shibuya tower dengaj 25 lantai.

Terdapat 3 unit yang dipasarkan Shibuya Tower yaitu one bedroom deluxe ukuran 30 meter persegi, cocok untuk eksekutif muda dan mahasiswa. Lalu one bedroom suite ukuran 40 meter persegi, cocok untuk pengusaha dan ekspartriat, serta two bedroom suite ukuran 55 meter persegi, cocok untuk keluarga muda atau pensiunan.

Direktur Realty PT PP Properti, Galih Saksono menambahkan, kawasan ini akan menjadi kawasan transit oriented development (TOD). Dia beralasan, masyarakat Jepang adalah orang-orang yang lebih gemar menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Sehingga hunian harus dipastikan terintegrasi dengan moda rel kereta.

"Di Jepang itu 90% TOD, dan inilah yang sedang kami kembangkan, konektivitas nyaman, dan tidak besar bahaya menyebrang jalan," ungkap Galih.

Direktur Utama PP Properti Jababeka Residences Harris Amin Singgih menyatakan pada lima tower selanjutnya, tak menutup kemungkinan perusahaan akan mengubah desain ruangan menjadi lebih besar. Pasalnya, dari maksimal two bedroom menjadi three bedroom.

"Kami menyasar pangsa pasar Little Tokyo antara lain pekerja asing, pekerja lokal di kawasan industri Jababeka, dan kalangan mahasiswa President University," sambungnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top