Pendapatan Nihil, Tanah Laut Ekspansi ke Bisnis Pelabuhan

Perusahaan jasa transportasi batu bara PT Tanah Laut Tbk. siap melakukan ekspansi ke bisnis pelabuhan setelah mendapat izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan. Bisnis ini diharapkan bisa menjadi andalan setelah dalam dua tahun terakhir pendapatan perseroan nihil.
Rivki Maulana | 31 Maret 2018 17:26 WIB
Ilustrasi angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan jasa transportasi batu bara PT Tanah Laut Tbk. siap melakukan ekspansi ke bisnis pelabuhan setelah mendapat izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan. Bisnis ini diharapkan bisa menjadi andalan setelah dalam dua tahun terakhir pendapatan perseroan nihil.

Presiden Direktur tanah Laut, Harun bin Halim Rasip mengatakan, perseroan harus memperoleh izin badan usaha pelabuhan atau BUP terlebih dahulu sebagia syarat mendapat izin pembangunan pelabuhan di Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan.

"Setelah memperoleh izin BUP, kemudian melakukan kerja sama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang,"ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis.com, Sabtu (31/3/2018).

Harun menuturkan, perseroan berniat membangun pelabuhan multikargo yang mana pada tahap pertama kedalaman dermaga mencapai 12-15 meter di bawah permukaan air. Kedalaman itu cukup untuk kapal jenis panamax. Tanah Laut juga berniat memasang alat bongkar muat mutakhir dengan sistem kontrol yang mumpuni.

Proyek ini menurut Harun selaras dengan proyek transportasi batu bara conveyor sepanjang 220 km. Conveyor setinggi 15 meter ini membentang dari Lahat-Muara Enim-Tanjung Api-Api. Pada 19 Januari 2017 lalu, perseroan telah meneken nota kesepahaman denan 19 perusahaan tambang di Sumatra Selatan terkait proyek ini.

Di sisi lain, dalam dua tahun terakhir, pendapatan Tanah Laut nihil karena kehilangan dua kontrak penting seiring dengan tren penurunan harga batu bara. Akibatnya, Tanah Laut menderita rugi bersih Rp57,87 miliar pada 2017, lebih tinggi dari posisi 2016 sebesar Rp17,95 miliar.

Tag : pelayaran
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top