Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasca Imlek, Manufaktur China Kembali Menggeliat

China mencatatkan pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih tingi dari perkiraan pada Maret 2018. Hal itu didukung oleh pencabutan batasan polusi industri musim dingin dan mulai kembali berproduksinya pabrik baja seiring dengan aktivitas konstruksi yang mulai menggeliat.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  10:29 WIB
Ekonomi China. - Reuters
Ekonomi China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- China mencatatkan pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih tingi dari perkiraan pada Maret 2018. Hal itu didukung oleh pencabutan batasan polusi industri musim dingin dan mulai kembali berproduksinya pabrik baja seiring dengan aktivitas konstruksi yang mulai menggeliat.

Manufaktur Purchasing Manager's Index (PMI) China naik menjadi 51,5 pada Maret 2018. Nilai indeks itu lebih tinggi ketimbang Februari 2018 yang berada di level 50,3.

Analis China Logistics Informationa Center Chen Zhongtao mengatakan PMI China mengalami rebound pada Maret 2018 menunjukkan bahwa hasil Februari 2018 disebabkan adanya libur tahun baru China.

"Setelah periode libur tahun baru selesai, permintaan langsung pulih secara signifikan dan kegiatan produksi dipercepat di seluruh lini," ujarnya seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (31/3/2018).

Kenaikan Manufaktur PMI itu sudah diperkirakan sejak awal karena hasil Februari 2018 menjadi yang terendah dalam 1,5 tahun terakhir. Namun, nilai Manufaktur PMI China pada Maret 2018 lebih tinggi dari hasil analis yang disurvei oleh Reuters dan Bloomberg.

Para analis yang disurvei Reuters memperkirakan PMI China pada Maret 2018 bisa berada di level 50,5, sedangkan analis yang disurvei Bloomberg memperkirakan PMI manufaktur China naik menjadi 50,6.

Produksi manufaktur pun melonjak pada Maret 2018 yang menandakan pabrik mulai kembali produksi pasca liburan tahun baru China pada bulan lalu. Pesanan ekspor baru juga mengalami kenaikan pada Maret 2018 menjadi 51,3 dibandingkan dengan Februari 2018 yang sebesar 49.

Selain itu, biro statistik China juga menunjukkan data PMI non manufaktur meliputi jasa dan konstruksi mengalami kenaikan pada Maret 2018 menjadi 54,6 dibandingkan dengan Februari 2018 yang sebesar 54,4.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top