Djoko Siswanto: Fokus Permudah Investasi Hulu dan Hilir Migas

Dirjen Migas baru sudah terpilih yakni, Djoko Siswanto. Adapun, kehadiran Dirjen Migas baru ini pun harus menghadapi beberapa tantangan dari sektor hulu sampai hilir migas.
Surya Rianto | 28 Maret 2018 20:35 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA - Dirjen Migas baru sudah terpilih yakni, Djoko Siswanto. Adapun, kehadiran Dirjen Migas baru ini pun harus menghadapi beberapa tantangan dari sektor hulu sampai hilir migas.

Apalagi, harga minyak mentah yang beranjak naik berarti akan positif untuk kegiatan hulu migas. Namun, dalam mendorong agresivitas kegiatan hulu migas pun perlu beberapa pendorong seperti kepastian maupun kemudahan investasi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pun menenkankan harus semakin mempermudah investasi. Nah, apa saja yang akan menjadi fokus Dirjen Migas baru Djoko Siswanto dalam jangka dekat, berikut wawancaranya di sela-sela setelah pelantikan pada Rabu (28/3):

Setelah resmi menjadi Dirjen Hulu Migas, Apa program jangka pendeknya?

Pertama, saya pasti akan menyelesaikan Daftar isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) terlebih dulu. Setelah itu, saya akan fokus untuk kembali membuat investasi sektor migas baik hulu maupun hilir semakin mudah. Hal itu bisa dilakukan dengan penyederhanaan aturan lanjutan. Setelah itu, saya juga akan fokus dalam penyelesaian kontrak blok terminasi tahun ini, kan ada 8 wilayah kerja. Saya sih inginnya bisa selesai secepatnya, minggu depan bisa diupayakan selesai.

Terkait kemudahan investasi, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga meminta agar proses di sektor migas lebih cepat lagi. Bagaimana Anda merespons hal tersebut?

Kalau tadi, Menteri ESDM bilang kami perlu melihat kembali aturan yang menghambat investasi. Nanti, kami akan kaji dan lihat apa saja yang perlu disederhanakan, bahkan kalau perlu dihapus demi bisa memudahkan investasi. Biar lebih cepat, perizinan harapannya bisa melalui online sehingga waktunya pasti dan lebih cepat. Untuk itu, kami harus berkoordinasi dengan SKK Migas, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu rencana jangka pendek tadi adalah menyelesaikan tanda tangan kontrak 8 blok terminasi yang dikelola PT Pertamina (Persero), nah kalau dari kabar terakhir seperti apa?

Nantinya, Pertamina akan mengelola blok itu bersama mitra eksis sebelumnya. Participating Interest (PIP) sudah ditetapkan pemerintah, tetapi kalau mitra mau lebih bisa melakukan bussines to bussines (b to b) dengan Pertamina. Artinya, kalau mereka mau nilai PI lebih harus membayar kepada Pertamina.

Kalau sesuai penetapan pemerintah mereka [Mitra eksis] enggak perlu bayar lagi, cuma bayar signature bonus saja. Namun, kami juga akan melihat dulu program dari mitra eksis seperti eksplorasi dan pengembangannya.

Dalam jangka menengah dan panjang, tantangan Dirjen Migas juga harus membuat transisi blok terminasi sampai 2026 bisa lancar. Sebagai Dirjen Migas yang baru, apa rencana ke depannya?

Nah, untuk ini hari ini (Rabu 28/3/2018) akan ada pertemuan dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan Menteri ESDM. Di sana, menteri ESDM akan memberikan arahan terkait blok-blok yang menjelang terminasi ini arahnya akan ke mana.

Terkait dengan lelang migas 2018, bagaimana targetnya sebagai Dirjen Migas baru?

Lelang migas kan sudah dilaksanakan kemarin [Februari 2018]. Saya baru dilantik juga, jadi perkembangan terbarunya tidak terlalu update, tetapi kalau target saya sih mengikuti sesuai waktu yang sudah dijadwalkan saja.

Tag : kementerian esdm
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top