Lokasi Pabrik Petrokimia Penyerap Gas Blok Kasuri Masih Dikaji

Produksi gas dari Blok Kasuri dipastikan akan diserap oleh petrokimia untuk dijadikan metanol atau langsung menjadi polietilena dan polipropilena. Namun, Kementerian ESDM menyebutkan, penentuan itu akan tergantung dari lokasi pabrik petrokimia yang akan dibangun.
Surya Rianto | 27 Maret 2018 19:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi gas dari Blok Kasuri dipastikan akan diserap oleh petrokimia untuk dijadikan metanol atau langsung menjadi polietilena dan polipropilena. Namun, Kementerian ESDM menyebutkan, penentuan itu akan tergantung dari lokasi pabrik petrokimia yang akan dibangun.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengatakan, keputusan itu akan tergantung lokasi pabrik petrokimia. Pasalnya, lokasi pabrik petrokimia saat ini cukup jauh dari darat.

"Kalau petrokimia liquid kan butuh Jetty [Pelabuhan dermaga] sekitar 5 km dari garis pantai. Itu cukup mahal loh," ujarnya pada Senin (26/3) malam.

Arcandra menuturkan, kalau methanol berada di 5 km dari gariis pantai masih bisa, tetapi kalau polyethylene dan polypropylene yang berupa butiran bakal sulit.

"Kami akan cari tempat yang lebih dekat kalau bisa hasil akhir petrokimia langsung menjadi polyethylene dan polypropylene," tuturnya.

Saat ini, produksi gas Blok Kasuri yang siap diserap adalah sekitar 270 juta kaki kubik per hari.

Adapun, Arcandra enggan berkomentar lebih jauh terkait mitra Genting Oil, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kasuri, dalam pembuatan pabrik petrokimia.

"Kalau aksi korporasi dan siapa investor pabrik petrokimia untuk gas di Blok Kasuri itu semua tergantung Genting," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian ESDM juga telah memastikan Plan of Development (POD) Blok Kasuri akan berjalan sesuai rencana. Meskipun, pihak kementerian akan melakukan audit terkait biaya tertanam atau sunk cost Genting di blok migas tersebut.

Arcandra mengatakan, POD akan tetap jalan sesuai rencana, tetapi pihaknya tetap akan mengkaji kembali biaya tertanam atau sunk cost seperti belanja modal, serta melakukan audit teknikal dan komersial di Blok Kasuri.

"Kami akan audit sunk cost itu dengan konsultan independen yang dipilih oleh SKK Migas," ujarnya.

Adapun, POD Genting di Kasuri akan terus dijalankan. Bila ada penurunan biaya akan langsung disesuaikan tanpa harus ada revisi POD.

Sunk cost itu adalah biaya tertanam yang tidak akan terpakai untuk jangka dekat. Jadi, bila ada pemangkasan karena hasil audit tidak akan berpengaruh signifikan kepada proses dalam jangka dekat.

Arcandra mengatakan, pihaknya bersama SKK baru akan memulai melakuakn audit.

Adapun, kementerian ESDM melakukan audit itu dalam rangka menekan cost recovery.

Sebelumnya, Eni juga diminta memangkas biaya dalam pengembangan lapangan Merakes. Perusahaan asal Italia itu pun setuju.

Tag : petrokimia
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top