Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minat Rumah Tapak Kelas Atas di Bekasi Tinggi

Minat masyarakat membeli hunian di Kota Bekasi semakin tinggi. Dengan keberuntungan letak geografis Kota Bekasi di antara pusat Ibukota Jakarta dengan kawasan sentra industri Karawang dan Cikarang.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  20:27 WIB
Rumah tapak - Istimewa
Rumah tapak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Minat masyarakat membeli hunian di Kota Bekasi semakin tinggi. Dengan keberuntungan letak geografis Kota Bekasi di antara pusat Ibukota Jakarta dengan kawasan sentra industri Karawang dan Cikarang.
Tommy H Bastomy, Coldwell Managing Partner Strategic Advisory, mengatakan minat mencari hunian untuk rumah tapak di Bekasi masih lebih tinggi dibandingkan dengan hunian vertikal apartemen high rise.
Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan apartemen tidak memiliki potensi yang besar. Kawasan timur Bekasi telah lebih dulu memimpin pembangunan apartemen high rise sebelum maraknya pembangunan apartemen di kawasan Cikarang dan Karawang. Bahkan secara umum kawasan Bekasi sudah cukup marak dengan ketersediaan apartemen high rise yang banyak.
Hanya saja Tommy mengungkapkan kontribusi real demand dari end user rumah tapak lebih banyak dibandingkan dengan apartemen high rise.
Indonesia Property Watch juga mengungkapkan melalui surveinya, tren pasar perumahan diperkirakan naik yaitu di atas 50%.
Selain itu penjualan perumahan di area Jabodebek-Banten mencapai 2.457 unit pada kuartal keempat 2017 dengan kenaikan tertinggi terjadi di Banten sebesar 124,6% (qtq), diikuti oleh Bodebek sebesar 3,5% (qtq).
Nilai penjualan tertinggi berada di Banten sebesar 79% (qtq), diikuti Bodebek 29,9% (qtq). Harga rumah Rp150 – Rp300 jutaan mengalami kenaikan 34,4% dari total penjualan rumah sampai akhir 2017.
Kemudian penurunan terjadi di segmen rumah subsidi yang turun dari 17,0% menjadi 14,9%. Tren penurunan terjadi juga di segmen rumah seharga diatas Rp1 miliar dari 10,3% menjadi 6,7%.
Namun, berbeda dengan apa yang dikatakan pengembang. Albert Luhur, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk., merasa pasar pembeli rumah tapak mewah eksklusif di Bekasi masih cukup besar. Ini terlihat dari transaksi penjualan secondary untuk klaster Lotus dan Orchard Summarecon Bekasi dengan kisaran harga Rp3 miliar cukup memuaskan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah tapak
Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top