PUPR Serahkan Toilet Rp3,3 Miliar Untuk Geopark Toba

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan toilet umum dan fasilitas air bersih senilai lebih dari Rp3,3 miliar di kawasan wisata Tele Geopark Kaldera Danau Toba kepada Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Samosir.
Rustam Agus | 23 Maret 2018 13:08 WIB
Kapuslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR Rezeki Peranginangin (kiri) mendampingi Bupati Samosir Rapidin Simbolon saat meninjau fasilitas toilet wisata kelas internasional di Geopark Kaldera Toba. - Bisnis.com/Rustam Agus

Bisnis.com, SAMOSIR -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan toilet umum dan fasilitas air bersih senilai lebih dari Rp3,3 miliar di kawasan wisata Tele Geopark Kaldera Danau Toba kepada Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Samosir.

Keberadaan toilet umum dan fasilitas air bersih standar internasional ini merupakan bentuk dukungan Kementerian PUPR kepada Danau Toba sebagai salah satu dari tiga prioritas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Selain itu, juga menjadi dukungan bagi kawasan wisata Geopark Kaldera Toba untuk bisa memenuhi kriteria Unesco sehingga bisa masuk sebagai anggota Global Geopark Network.

Kapuslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR Rezeki Peranginangin mengatakan fasilitas toilet umum tersebut merupakan replikasi perdana dan percontohan penerapan teknologi pengolahan air dan pengolahan limbah yang dibangun sejak 2017.

Sebelumnya, teknologi pengolahan air minum dan pengolahan limbah (IPA-IPAL) tersebut masih berupa purwarupa yang dikelola oleh Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi tersebut kemudian diterapkan untuk bisa dikelola oleh penyedia jasa ataupun pihak lainnya.

"Nah, hadirnya fasilitas air bersih dan toilet standar internasional di kawasan wisatawan Toba ini merupakan pembuktian bahwa teknologi pengolahan tersebut bisa dikelola oleh pihak lain," ujarnya dalam penyerahan fasilitas tersebut kepada Pemkab Samosir di kawasan wisata Menara Tele Geopark Kaldera Toba, Samosir, Jumat (23/3/2018).

Teknologi pengolahan air ini menerapkan sistem gravitasi yang hasilnya bisa langsung diminum oleh para turis dan wisatawan Geopark Danau Toba. Air limbahnya lantas diolah kembali untuk keperluan tanaman melalui kolam sanitasi.

Fasilitas pendukungnya berupa menara penyaring air bertingkat setinggi 13 meter, gedung induk berisi mesin dan peralatan berikut sejumlah toilet dan kran air minum

"Intinya, semua dibungkus berupa toilet umum kawasan wisata ," tutur Rezeki.

Toilet umum dan fasilitas pengolahan air dan limbah ini, tambah Rezeki, selanjutnya diserahkan kepada Pemkab Samosir selaku pengelola kawasan wisata Geopark Kaldera Toba.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyampaikan terima kasihnya atas pemberian fasilitas tersebut.

"Karena baru ada dua toilet wisata kelas internasional yakni di Jogja dan Samosir," ungkapnya.

Pihaknya siap merawat dan meningkatkan layanan wisata Geopark Toba sehingga nantinya bisa lolos masuk kriteria Unesco.

"Saya minta toilet ini dibersihkan dan laporannya setiap hari," tambah Rapidin.

Selanjutnya, fasilitas tersebut akan dikelola Dinas Pariwisata atau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir.

Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman Kementerian PUPR Ahyat Dwiatno menambahkan fasilitas ini dibangun di kompleks seluas 1.228 meter persegi dan terdiri dari pengolahan air bersih dengan teknologi aerasi, pengolahan air siap minum dengan teknologi reverse osmosis, serta pengolahan air limbah toilet dengan teknologi biofil dan kolam sanitasi.

Fasilitas utama berupa 5 toilet wanita, 3 toilet pria + 5 urinoir, 1 toilet difabel, 1 ruang laktasi, 1 pantry, 1 ruang RO, serta 1 musala lengkap dengan tempat wudhu pria dan wanita.

Lantai 2 seluas 214 meter persegi meliputi ruang transparan serbaguna berkapasitas 40 orang, platform swafoto kapasitas 10 orang, balkon depan kapasitas 10 orang, dan area terbuka kapasitas 40 orang.

Seluruh bangunan dan perlengkapannya, sejak perencanaan hingga tuntas, dibiayai APBN tahun anggaran 2017 dengan menelan biaya total Rp 3.312.500.000,- termasuk pajak.

"Jadi yang kami bangun ini bukan semata-mata toilet bernilai Rp3,3 miliar melainkan keseluruhan sistem teknologi pengolahan air bersih, air siap minum, dan air limbah yang mendukung toilet di kawasan wisata," terang Ahyat.

Tag : danau toba, Kementerian PUPR
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top